pertumbuhan balita seputar balita

Pertumbuhan Balita

Dampingi tumbuh kembang si Kecil dengan beragam informasi dengan pilih kalender pertumbuhan balita berdasarkan :

PERKEMBANGAN TAHUN KE
1

Pentingnya Omega-6 bagi Anak

Kalsium bagi Perkembangan Tulang dan Tinggi Badan Anak

Protein untuk Tumbuh Kembang Balita yang Optimal

Keywords : Nutrisi

Protein merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Guna memperoleh mutu protein dan zat gizi mikro yang lebih baik, penuhi paling tidak seperempat (25%) dari angka kecukupan protein (AKP) yang berasal dari protein hewani.

Anak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan kelompok anak yang rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi. gejala kurang energi protein (KEP) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita di Indonesia. Selain itu, kualitas makanan pendamping air susu ibu (ASI) juga masih rendah. Padahal, nutrisi yang baik akan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh si Kecil. Perkembangan tubuh si Kecil dapat tercukupi dengan nutrisi penting dari makanan, istirahat yang cukup, dan olahraga yang teratur. Nutrisi berperan penting dalam perkembangan kognitif, serta pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Komponen nutrisi tersebut, terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dan dalam artikel ini, salah satu nutrisi yang akan dibahas adalah protein.

Protein terdiri dari asam-asam amino. Selain menyediakan asam amino esensial, protein juga menyuplai energi dalam bentuk energi terbatas dari karbohidrat dan lemak. Kecukupan protein seseorang dipengaruhi oleh berat badan, usia (tahap pertumbuhan dan perkembangan), dan mutu protein dalam pola konsumsi pangannya. Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak-anak yang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang pesat membutuhkan protein lebih banyak, yaitu per kilogram berat badannya.

Protein atau asam amino esensial berfungsi sebagai katalisator, pembawa, penggerak, pengatur, ekspresi genetik, neurotransmiter, penguat struktur, penguat imunitas, dan terutama untuk pertumbuhan si Kecil. Sebagian besar otot, organ tubuh, hingga sistem tubuh, disusun oleh protein. Protein akan membangun, menjaga, dan mengganti jaringan tubuh yang rusak. Tubuh kita menggunakan protein untuk sejumlah hal yang spesifik. Misalnya, pembuatan hemoglobin (Hb), bagian dari sel darah merah yang menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, protein merupakan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Ketika si Kecil mengonsumsi protein, sistem pencernaannya akan bekerja. Sistem ini akan memecah protein makanan menjadi unit dasar yang disebut sebagai asam amino. Asam amino inilah yang akan digunakan oleh tubuh sebagai bahan untuk pembentukan dan pemeliharaan otot, tulang, darah, dan organ tubuh lainnya. Ada sembilan jenis asam amino di dalam tubuh yang hanya bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan kaya protein. Oleh karena itu, asam amino ini disebut juga asam amino esensial.

Sumber pangan protein hewani meliputi daging, telur, susu, ikan, serta seafood dan hasil olahannya. Sumber pangan protein nabati meliputi kedelai, kacang-kacangan dan hasil olahannya, seperti tempe, tahu, dan susu kedelai. Secara umum, mutu protein hewani lebih baik dibandingkan protein nabati. Di Indonesia, kontribusi energi dari protein hewani terhadap total energi relatif rendah, yaitu 4%. Menurut FAO RAPA (1989), kontribusi energi dari protein hewani sebaiknya adalah sekitar 15% dari total energi. Guna memperoleh mutu protein dan mutu zat gizi mikro yang lebih baik, paling tidak seperempat (25%) dari angka kecukupan protein (AKP) dipenuhi dari protein hewani.

Protein hewani mengandung sembilan jenis asam amino esensial. Sedangkan, sebagian dari protein nabati hanya mengandung beberapa jenis asam amino. Jika si Kecil vegetarian, Ibu dapat melengkapi kebutuhan proteinnya dengan mengonsumsi sejumlah variasi sayuran dan kacang-kacangan. Hindari konsumsi makanan dengan variasi yang sangat minim. Faktanya, si Kecil tidak wajib untuk mengonsumsi seluruh jenis asam amino di tiap porsi makannya. Selama si Kecil mendapatkan variasi sumber protein setiap hari, maka tubuhnya akan mendapatkan apa yang diperlukan dari makanan yang ia makan.

Did you know?

”Rangkaian produk Nutrilon Royal Pronutra+ diformulasikan untuk memberikan asupan energi, protein, dan laktosa sebagai sumber karbohidrat yang disesuaikan untuk setiap tahapan usia si Kecil. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Kebutuhan protein anak Indonesia berkisar di angka 0,85 - 1,52gr per kilogram berat badan per hari. Oleh karena itu, jumlah protein yang dikonsumsi si Kecil harus sesuai dengan berat badannya. Seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, angka pertumbuhannya akan melambat dan kebutuhan protein per kilogramnya juga akan menurun. Pada anak yang berusia 1-3 tahun, protein yang dibutuhkan adalah 5-20% dari total kalori. Sedangkan, pada anak yang berusia 4 tahun ke atas, protein yang dibutuhkan adalah 10-30% dari total kalori. Kebutuhan protein tertinggi anak adalah pada saat puncak percepatan tinggi terjadi (perempuan di usia 11-14 tahun, laki-laki di usia 15-18 tahun). Kekurangan asupan protein secara konsisten pada masa tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya pertumbuhan linear, terlambatnya maturasi seksual, serta berkurangnya akumulasi massa tubuh tanpa lemak.

Ibu dapat memaksimalkan nutrisi si Kecil dengan ide kreatif dalam pemberian makanan yang kaya akan protein. Si Kecil biasanya akan menyukai telur. Karena itu berikanlah makanan yang menarik bagi si Kecil, seperti roti bakar berisi telur, telur yang diurak-arik, pancake, dan omelet. Makanan tersebut kaya akan protein, zat besi, dan berbagai nutrisi penting lainnya. Selain telur, si Kecil juga akan menyukai ikan. Ibu dapat mencoba menyajikan fish fillet  dan salmon dengan saus teriyaki atau salsa, sehingga kebutuhan protein dan omega-3 si Kecil tercukupi. Ibu juga dapat menambahkan sajian lain berupa sereal, yogurt, atau sayuran, yang kaya akan protein, lemak, dan serat. Sebagai selingan, Ibu dapat memberikan camilan sehat berupa kacang kedelai, atau buah-buahan kering seperti kismis, pisang, apel, atau cranberry kering.

Protein berperan penting untuk proses tumbuh kembang si Kecil. Karena itu, nutrisi yang lengkap bagi si Kecil adalah awal yang baik untuk pertumbuhannya.

Penulis : dr. Visakha

Reviewer : dr. Vicka Farah Diba, Sp.A

Sumber:

  1. Bardosono S. Berapa Kecukupan Asupan Protein untuk Bayi dan Anak yang Aman. Nestle Nutrition Institute. 2014. https://www.nestlenutrition-institute.org/country/id/News/Pages/BerapaKecukupanAsupanProteinuntukBayidanAnakyangAman.aspx
  2. Zelman KM, Bhargava HD. Kid Nutrition: Quick Tips for Parents. WebMD. 2011. http://www.webmd.com/parenting/features/kid-nutrition-quick-tips-parents?page=2
  3. Lee DER. Children's Protein Consumption in Southeast Asia: Consideration of Quality as Well as Quantity of Children's Protein Consumption in Southeast Asia.Wharton Research Scholars Journal. 2014. Paper 115.
  4.  Gavin ML. Different Kinds of Protein. Kids Health from Nemours. 2014. http://kidshealth.org/en/kids/protein.html#
  5. Food Insight. Getting Childhood Off to a Strong Start with Protein. International Food Information Council Foundation. 2015 http://www.foodinsight.org/Getting_Childhood_off_to_a_Strong_Start_with_Protein
  6. Hardinsyah. Riyadi H. Napitupulu V. KECUKUPAN ENERGI, PROTEIN, LEMAK DAN KARBOHIDRAT. 2012 Nutrisi pada Remaja. IDAI. 2013

Tukarkan Poin Royal Rewards dengan Voucher Belanja di Supermarket Terkemuka dan Penuhi Kebutuhan si Kecil

JOIN NUTRICLUB NOW

BACA ARTIKEL LAINNYA

Nutrisi

Makanan Yang Mendukung Perkembangan Otak Balita

Nutrisi

Makanan Tidak Sehat Bagi Anak

Nutrisi

Menu Makanan Anak yang Seimbang

Nutrisi

Kunci Sehat Mengurangi Berat Badan Balita

Nutrisi

Cegah Obesitas Pada Balita

Nutrisi

Kunci Sehat Menambah Berat Badan Balita

Nutrisi

Tips Gizi Tepat Untuk Daya Tahan Tubuh Balita

Nutrisi

Pemberian ASI untuk Batita, Wajarkah?

Nutrisi

Apa yang Menyebabkan Anak Susah Makan?

Nutrisi

Ketika Balita Menolak Makan Sayur

Nutrisi

Kalsium Pada Makanan Sehari-Hari Balita

Nutrisi

Penyebab dan Pencegahan Obesitas Pada Balita

Nutrisi

Balita Mulai Tidak Menyukai Susu

Nutrisi

Nutrisi untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Balita

Nutrisi

Mulai Ajari Balita untuk Berpuasa di Bulan Ramadan

Nutrisi

Dampak Obesitas dan Kurang Gizi Pada Balita

Nutrisi

Cegah Terjadinya Kurang Gizi Pada Balita

Nutrisi

Pastikan Nutrisi Balita Tetap Terpenuhi Saat Mudik

Nutrisi

Buah dan Sayuran untuk Optimalkan Imunitas Balita

Nutrisi

Sehat Memilih Makanan Tepat untuk Anak Usia Satu Tahun

Nutrisi

Tips Cerdas Mengatasi Balita Susah Makan

Nutrisi

Pentingnya Omega-6 bagi Anak

Nutrisi

Protein untuk Tumbuh Kembang Balita yang Optimal

Nutrisi

Kalsium bagi Perkembangan Tulang dan Tinggi Badan Anak

Nutrisi

Makanan Anak Usia 2 Tahun

Nutrisi

Makanan Anak Usia 16 Bulan

Nutrisi

Makanan Anak Usia 15 Bulan

Nutrisi

Hindari Penyebab Anak Kurang Gizi Untuk Perkembangan Yang Optimal

Nutrisi

Pola Makan Sehat Untuk Tumbuh Kembang Anak Yang Optimal

Nutrisi

Kebutuhan Nutrisi untuk Anak dengan Gejala Alergi Berat

Nutrisi

Pentingnya Vitamin Untuk Mendukung Kecerdasan Otak Anak

Nutrisi

Anak Susah Makan, Apa yang Harus Dilakukan?

Nutrisi

Anak Terlalu Kurus? Begini Cara Mencapai Berat Badan Anak yang Ideal

Nutrisi

Dampak Berat Badan Kurang Terhadap Perkembangan Anak