pertumbuhan balita seputar balita

Pertumbuhan Balita

Dampingi tumbuh kembang si Kecil dengan beragam informasi dengan pilih kalender pertumbuhan balita berdasarkan :

PERKEMBANGAN TAHUN KE
1

Penyebab Alergi Pada Balita

Gejala Alergi Pada Balita

Seluk-Beluk Alergi Pada Balita

Keywords : Kesehatan

Balita bisa saja mengalami alergi. Ibu sebaiknya mengetahui lebih jauh mengenai seluk-beluk alergi pada balita, mulai dari gejala, penyebab hingga cara mencegah kejadian alergi. Berikut adalah informasi dari Tim Ahli Nutriclub.

Alergi adalah suatu reaksi daya tahan tubuh yang berlebihan terhadap paparan zat pemicu alergi (alergen). Ada 5 jenis antibodi yang membentuk mekanisme pertahanan tubuh, yaitu immunoglobulin G, A, M, E, dan D. 

 

Bila si Kecil menderita alergi, maka jenis antibodi yang paling banyak berperan dan memiliki kadar tinggi adalah immunoglobulin E (IgE) terutama kadar IgE spesifik terhadap alergen (zat yang mencetuskan gejala alergi) tertentu. 

 

Gejala Alergi 
- Gejala alergi pada pencernaan
Nyeri perut, kolik, mual, muntah, kembung, diare dan sembelit.

 

- Gejala alergi pada kulit
Muncul bentol-bentol merah di permukaan kulit yang disertai rasa gatal (urtikaria/biduran/kaligata), atau dermatitis atopik (eksim) berupa ruam-ruam merah dan kasar yang biasanya muncul di pipi, siku bagian dalam dan belakang lutut. 

 

- Gejala alergi pada saluran pernapasan
Sesak napas berulang, batuk pilek berulang, napas berbunyi, bersin-bersin, gatal pada hidung, atau hidung tersumbat. Keluhan ini terjadi pada saat tidak mengalami infeksi. 

 

Penyebab Alergi
- Makanan
Telur, susu sapi, makanan laut (ikan, udang, kepiting), kacang-kacangan (kacang tanah, kacang kedelai, kacang mede atau kacang lainnya), gandum. Alergi susu sapi atau intoleransi laktosa adalah jenis alergi yang umum pada bayi dan balita. 

 

- Hirupan
Tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, polen. 

 

- Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan akan sulit diterima oleh tubuh beberapa orang dan efeknya akan memunculkan alergi.

Did you know?

”Jika kedua orangtua mengalami alergi, maka si Kecil memiliki peluang 40-60% untuk juga mengalami alergi. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

 

Uji Deteksi Alergi
Ada 3 cara untuk melakukan pendeteksian alergi ini yang dapat dilakukan untuk memandu pencarian pencetus gejala alergi: 
- Uji Tusuk Kulit
Prosedur: ekstrak alergen diteteskan pada permukaan kulit lengan bawah, kemudian ditusuk/scratch dengan jarum khusus sehingga cairan ekstrak alergen masuk ke dalam kulit. Reaksi positif dinyatakan dengan timbulnya bentol yang berdiameter minimal 3 mm dan terasa gatal. 

 

- Pemeriksaan IgE spesifik dalam darah
Prosedur: pengambilan darah untuk pemeriksaan IgE spesifik terhadap alergen tersebut. 

 

- Uji Eliminasi Provokasi
Prosedur: menerapkan eliminasi (meniadakan) beberapa makanan penyebab alergi selama 2-4 minggu. Bila gejala penyakit alergi menghilang maka dilanjutkan dengan pemberian makanan (provokasi) yang dicurigai dapat menimbulkan reaksi alergi. Bila setelah provokasi timbul kembali gejala alergi, maka makanan tersebut adalah pencetus gejala alergi pada anak. 

 

Uji ini harus dilakukan dalam pengawasan dokter untuk menghindari eliminasi yang berlebihan dan mengganggu tumbuh kembang anak. Pemeriksaan uji tusuk kilit dan IgE spesifik hanya menandakan sensitisasi suatu alergen baik makanan maupun hirupan. Korelasinya terhadap gejala alergi harus dinilai kembali oleh dokter, karena tidak setiap hasil positif menandakan alergen tersebut sebagai pencetus alergi pada anak. Pemeriksaan yang dapat memastikan pencetus alergi adalah uji eliminasi dan provokasi. 

 

Mencegah Terjadinya Alergi
Cara yang dianjurkan untuk pencegahan alergi adalah:
- ASI eksklusif selama 6 bulan.
- Formula hidrolisat parsial dapat diberikan pada anak yang oleh sesuatu sebab tidak bisa mendapatkan ASI. Namun, perlu diingat, formula ini hanya dapat mengurangi risiko terjadinya dermatitis atopik/eksim, tetapi tidak asma atau rinitis alergi (pilek alergi).
- Menghindari asap rokok sejak awal kehamilan.
- Apabila di dalam keluarga terdapat riwayat salah satu atau kedua orang tua alergi, untuk anak yang mengonsumsi susu pertumbuhan setelah selesai dengan ASI eksklusif, disarankan memilih formula susu sapi yang terhidrolisat sebagian. 

 

Cara yang tidak dianjurkan untuk mencegah alergi pada bayi atau balita adalah:
- Menghindari makanan alergenik seperti susu sapi, telur, kacang tanah, seafood pada saat ibu hamil.
- Menghindari makanan alergen pada saat ibu menyusui.
- Menunda pemberian makanan padat. Makanan padat dapat diberikan secara bertahap sesuai usianya. Tidak perlu dilakukan penundaan seperti susu diberikan sesudah usia 1 tahun, telur sesudah 2 tahun, atau seafood sesudah 3 tahun, karena ternyata tidak mengurangi risiko terjadinya alergi.

Dengan Layanan Expert SMS, Nikmati Ragam Informasi Langsung ke Ponsel Ibu

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP

BACA ARTIKEL LAINNYA

Kesehatan

Alergi Makanan Pada Balita: Kenali Tanda-Tanda Alergi Pada Si Kecil

Kesehatan

Atasi Masalah Akibat Tumbuhnya Gigi Balita

Kesehatan

Fakta Tentang Alergi

Kesehatan

Sebelum dan Sesudah Imunisasi

Kesehatan

Jaga Kesehatan Pencernaan Balita

Kesehatan

Cara Aman Menghentikan Konstipasi Balita

Kesehatan

Penyakit Umum Balita Dan Cara Menanganinya

Kesehatan

Penyebab Alergi Pada Balita

Kesehatan

Seluk-Beluk Alergi Pada Balita

Kesehatan

Gejala Alergi Pada Balita

Kesehatan

Diagnosis Alergi Pada Balita

Kesehatan

Informasi Lengkap Seputar Alergi Susu Sapi

Kesehatan

Tangani 5 Masalah Pencernaan Umum Pada Balita

Kesehatan

Kenali Masalah Pencernaan Balita

Kesehatan

5 Penyakit Umum yang Sering Dialami Balita

Kesehatan

Mengatasi Asma Pada Balita

Kesehatan

Nutrisi Untuk Mengurangi Risiko Alergi Pada Balita

Kesehatan

Alergi Makanan Pada Balita: Memperkenalkan Makanan Baru Untuk Diet Alergi

Kesehatan

Ketahui Lebih Lengkap Seputar Hemofilia pada Balita

Kesehatan

Atasi Masalah Mata yang Umum Terjadi Pada Balita

Kesehatan

Kenali Penyakit Cacar Air Pada Balita dan Cara Menanggulanginya

Kesehatan

Waspadai Risiko Kanker Pada Balita

Kesehatan

Kenali Lebih Lengkap Seputar Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) Pada Balita

Kesehatan

Waspadai Gejala Cerebral Palsy pada Balita

Kesehatan

Kenali Gejala Gangguan Gagal Tumbuh Anak

Kesehatan

Pahami Lebih Lengkap Seputar Stunting Pada Balita

Kesehatan

Memilih Obat Batuk yang Tepat Bagi Balita

Kesehatan

Informasi Lengkap Seputar Pendengaran Bagi Balita

Kesehatan

Mengenali Proses Terjadinya Alergi Pada Balita

Kesehatan

Alergi pada Kulit Anak

Kesehatan

Batuk Alergi pada Anak

Kesehatan

Pilek Akibat Alergi

Kesehatan

Ruam akibat Alergi

Kesehatan

Aktivitas Fisik Pelengkap Diet Sehat untuk Mencegah Alergi

Kesehatan

Pengaruh Alergi terhadap Keuangan Keluarga

Kesehatan

Alergi dan Dampak Psikologisnya pada Anak

Kesehatan

Benarkah Allergic March Dipengaruhi Alergi Makanan?

Kesehatan

Dampak Alergi Makanan terhadap Zat Gizi Balita dan Substitusinya

Kesehatan

Gangguan Alergi terhadap Kecerdasan Anak

Kesehatan

Gangguan Saluran Cerna Akibat Alergi pada Balita

Kesehatan

Gangguan Tidur pada Balita Alergi dan Cara Mengatasinya

Kesehatan

Penyebab Alergi di Rumah

Kesehatan

Tumbuhkan Kepercayaan Diri Anak yang Alergi

Kesehatan

Diet Sehat dan Seimbang untuk Mencegah Alergi pada Balita

Kesehatan

Perbedaan Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Kesehatan

Perlukah Tes Alergi pada Anak

Kesehatan

Kenali Sebab Cegukan dan Kurangi Dampaknya Jika Terjadi Pada Si Kecil

Kesehatan

Mengenal Vitamin Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Kesehatan

Rhinitis, Jenis Pilek Karena Alergi Pada Anak

Kesehatan

Kenali Penyebabnya dan Cegah Resiko Infeksi Usus pada Anak

Kesehatan

Serba-Serbi Alergi Susu Sapi

Kesehatan

Anak Saya Batuk Saat Dingin, Apakah Alergi ?

Kesehatan

Ini yang Harus Dilakukan Jika Anak Alergi Susu Sapi

Kesehatan

Keunggulan Formula Asam Amino untuk Bayi Alergi Susu Sapi

Kesehatan

Tip dan Cara Kenalkan Formula Asam Amino Bagi Anak yang Alergi Susu Sapi