pertumbuhan balita seputar balita

Pertumbuhan Balita

Dampingi tumbuh kembang si Kecil dengan beragam informasi dengan pilih kalender pertumbuhan balita berdasarkan :

PERKEMBANGAN TAHUN KE
1

Cara Tepat Mendidik Anak Agar Cerdas

Tahap Perkembangan Fisik Pada Anak

Dukung Kecerdasan Emosional Anak Melalui Pola Asuh Yang Baik

Keywords : Aktivitas & Edukasi

       Setiap orangtua tentu ingin memiliki anak yang cerdas. Namun beberapa orangtua masih belum paham betul bahwa kecerdasan seorang anak tidak hanya ditunjukkan oleh kecerdasan intelektual yang tinggi melainkan juga mencakup oleh kecerdasan emosional dan spiritual. Kecerdasaan intelektual dapat dipengaruhi dari faktor genetik dan nutrisi yang baik, sementara kecerdasan emosional dan spiritual seorang anak didapatkan oleh lingkungan termasuk orangtua atau keluarga.1

       Mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual anak sejak dini merupakan hal yang penting terhadap perkembangan emosi dan mental anak. Hal ini dimaksudkan agar anak selalu berada pada jalur yang benar untuk mencapai kesejahteraan hidup. Perkembangan kecerdasan emosi dan spiritual anak sangat tergantung pada lingkungan anak, salah satunya adalah keluarga. Namun, sebagian orangtua masih kurang memahami mengenai pola asuh yang tepat bagi perkembangan emosi anaknya. Orangtua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosional dan spiritual kepada anak dengan memberikan pengalaman, pengetahuan dan teladan. Keterlibatan orangtua dalam memberikan bimbingan serta arahan bagi anak akan menentukan keberhasilan anak pada tahap selanjutnya.1

       Pola asuh orangtua adalah pola pengasuhan orangtua terhadap anak, yaitu bagaimana orangtua memperlakukan anak, mendidik, membimbing dan mendisiplinkan serta melindungi anak dalam mencapai proses kedewasaan sampai dengan membentuk perilaku anak sesuai dengan norma dan nilai yang baik dan sesuai dengan kehidupan masyarakat.2

Did you know?

“Pola asuh yang baik dan kecerdasan emosianal harus dilakukan orangtua sejak dini agar tercapai hasil yang optimal”

dr. Putri Amelia, MKed (Ped), SpA

Pola asuh dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Pola Asuh Otoriter

       Pola asuh otoriter memiliki ciri perilaku orangtua dengan kontrol yang ketat dan penilaian yang kritis terhadap perilaku anak, sedikit dialog, serta kurang hangat dan kurang terjalin emosi. Kecenderungan pola asuh otoriter menyebabkan anak kurang inisiatif, cenderung ragu, dan mudah gugup.

  1. Pola Asuh Permisif

       Pola asuh permisif mencirikan orangtua yang memberikan kebebasan sebebas-bebasnya kepada anak, tidak mengontrol, tidak menuntut, sedikit menerapkan hukuman, atau kekuasaan, penggunaan nalar, hangat dan menerima. Kecendrungan pola asuh ini meyebabkan anak kurang memiliki tanggung jawab dan anak dapat berbuat sekehendak hatinya tanpa pengontrolan orangtua.

  1. Pola Asuh Otoritatif

       Pola asuh otoritatif mencirikan adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban orangtua dan anak, orangtua yang mengontrol, menuntut, hangat, reseptif, rasional, berdialog secara verbal, serta menghargai disiplin, kepercayaan diri dan keunikan. Sehingga keduanya saling melengkapi, anak dilatih untuk bertanggung jawab dan menentukan perilakunya sendiri agar berdisiplin.

       Berdasarkan pemaparan diatas, pola asuh otoritatif dapat dikatakan sebagai pola asuh yang ideal bagi perkembangan anak. Pola asuh otoritatif menjadi pola asuh yang ideal untuk perkembangan anak dikarenakan:3

  1. Orangtua yang otoritatif merupakan keseimbangan yang tepat antara kendali dan otonomi. Sehingga memberi kesempatan anak untuk membentuk kemandirian dan memberikan standar, batas, dan panduan yang dibutuhkan anak.
  2. Orangtua yang otoritatif lebih cenderung melibatkan anak dalam kegiatan memberi dan menerima secara verbal dan memperbolehkan anak mengutarakan pandangan mereka.
  3. Kehangatan dan keterlibatan orangtua yang diberikan oleh orangtua yang otoritatif membuat anak lebih bisa menerima pengaruh orangtua.

       Kecerdasan emosi adalah suatu jenis kecerdasan yang memusatkan perhatiannya dalam mengenali, memahami, merasakan, mengelola, memotivasi diri sendiri dan orang lain serta dapat mengaplikasikan kemampuannya tersebut dalam kehidupan pribadi dan sosialnya.4 Ciri seseorang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi yaitu 1) mudah bersosialisasi, 2) mudah bergaul dan jenaka, 3) tidak mudah takut dan gelisah, 4) berkemampuan besar untuk melibatkan diri dengan orang-orang atau permasalahan, 5) memikul tanggung jawab dan mempunyai pandangan moral, 6) simpatik dan hangat dalam berhubungan, 7) merasa nyaman dengan dirinya sendiri, orang lain maupun pergaulannya, dan memandang dirinya secara positif.5

       Pelatihan emosi yang dilakukan orangtua merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kecerdasan emosi yang dimiliki anak. Pelatihan emosi biasanya digunakan oleh orangtua untuk memupuk empati dalam membina hubungan dengan anak mereka sambil meningkatkan kecerdasan emosi anak. Langkah-langkah yang digunakan untuk melatih emosi menurut dua ahli di atas yaitu:6

  1. Menyadari emosi anak
  2. Mengenali emosi sebagai peluang akrab dan untuk mengajar
  3. Mendengarkan dengan penuh empati dan menegaskan perasaan-perasaan anak
  4. Menolong anak untuk memberi nama bagi emosinya dengan kata-kata
  5. Menentukan batas-batas sambil menolong anak untuk memecahkan masalah

       Kecerdasan emosi dapat mendukung kesuksesan seseorang. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengembangkan kecerdasan emosi sejak kecil. Salah satunya dengan cara pelatihan emosi seperti yang telah diuraikan di atas. Sehingga dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh untuk setiap macam pola asuh yang diterapkan terhadap kecerdasan emosi anak. semakin baik pola asuh yang diterapkan orangtua, maka kecerdasan emosional dan spiritual yang dimiliki seorang anak semakin baik pula begitu juga sebaliknya.


Sumber:

  1. Desmita. (2008). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  2. Casmini (2009: 47). Emotional Parenting. Yogyakarta :PilarMedika.
  3. Sugihartono, dkk. (2009). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
  4. Dwi Siswoyo, dkk. (2010). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
  5. Goleman, Daniel. (2008). Emotional Intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  6. John Gottman dan Joan DeClaire. (2008). Kiat-kiat Membesarkan Anak yang memiliki Kecerdasan Emosional. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Jadilah Member Nutriclub dan Dapatkan Informasi Expert yang Disesuaikan dengan Perkembangan Ibu dan si Kecil

JOIN NUTRICLUB NOW

BACA ARTIKEL LAINNYA

Aktivitas & Edukasi

Tingkatkan Kemampuan Imajinasi Balita

Aktivitas & Edukasi

Ajak Balita Mengeskplorasi Dunia di Sekitarnya

Aktivitas & Edukasi

Mengasah Kreativitas Balita

Aktivitas & Edukasi

Membangun Rasa Percaya Diri Balita

Aktivitas & Edukasi

5 Aktivitas Seru untuk Perkembangan Otak Balita

Aktivitas & Edukasi

Pantau Perkembangan Kosakata Balita

Aktivitas & Edukasi

Mari Ajari Balita Untuk Disiplin

Aktivitas & Edukasi

Mengenal Motorik Pada Balita

Aktivitas & Edukasi

Kenapa Balita Perlu Masuk Prasekolah?

Aktivitas & Edukasi

Mempersiapkan Prasekolah Bagi Balita

Aktivitas & Edukasi

Tips Menangani Hari Pertama Balita di Prasekolah

Aktivitas & Edukasi

Ketahui Bakat Terpendam Balita

Aktivitas & Edukasi

Mudik Nyaman dan Aman Bersama Balita

Aktivitas & Edukasi

Tips Membuat Kreasi Hiasan Natal Bersama Anak

Aktivitas & Edukasi

Kenali Tanda-Tanda Keterlambatan Bicara pada Balita

Aktivitas & Edukasi

Kenali Tahapan Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Aktivitas & Edukasi

Apa ya Tanda – Tanda Anak yang Percaya Diri ?

Aktivitas & Edukasi

Kenali 8 Jenis Kecerdasan Anak Sejak Dini

Aktivitas & Edukasi

Tips Mendidik Anak Agar Sukses Dimulai Dari Rumah

Aktivitas & Edukasi

Panduan “Screen-Time” Untuk Mengurangi Pengaruh Gadget Pada Anak Usia Dini

Aktivitas & Edukasi

Aktivitas Fisik Untuk Menunjang Kesehatan dan Kecerdasan Anak

Aktivitas & Edukasi

Kenali Karakter Kepemimpinan Pada Anak Sejak Dini

Aktivitas & Edukasi

5 Gangguan Pencernaan Yang Umum Dialami Balita

Aktivitas & Edukasi

Kenali Makanan Penyebab Alergi Pada Anak

Aktivitas & Edukasi

Kenali Diare Pada Anak: Jenis, Tanda Bahaya, dan Pencegahan

Aktivitas & Edukasi

5 Reaksi Pertanda Munculnya Gejala Alergi Pada si Kecil

Aktivitas & Edukasi

Cara Tepat Mendidik Anak Agar Cerdas

Aktivitas & Edukasi

Dukung Kecerdasan Emosional Anak Melalui Pola Asuh Yang Baik

Aktivitas & Edukasi

Tahap Perkembangan Fisik Pada Anak

Aktivitas & Edukasi

Tahap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak

Aktivitas & Edukasi

Tahap Perkembangan Keterampilan Sosial & Interaktif Pada Anak

Aktivitas & Edukasi

Tahap Perkembangan Kognitif Pada Anak

Aktivitas & Edukasi

Tahap Perkembangan Kreatifitas Anak Usia Dini

Aktivitas & Edukasi

Tahap Perkembangan Kecerdasan Verbal Pada Anak

Buy Now