Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Stimulasi

Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Pertumbuhan bayi prematur dapat dinilai dengan mengukur berat badan, panjang badan, dan lingkar kepalanya. Untuk menentukan normal atau tidaknya pertumbuhan bayi prematur, Mama dapat menggunakan grafik Fenton.Pada grafik pertumbuhan ini, berat dan panjang badan, serta lingkar kepala bayi prematur akan disesuaikan dengan usia gestasinya, yaitu usia bayi yang terhitung sejak ia dalam kandungan.

Sedangkan untuk menilai perkembangan bayi prematur, harus diketahui dulu usia koreksinya. Usia koreksi adalah usia bayi prematur yang sebenarnya, yaitu usia bayi sejak ia lahir (usia kronologis) dikurangi seberapa awal ia dilahirkan.

Misalnya, bayi prematur lahir 2 bulan lebih cepat dari yang seharusnya, maka saat ia merayakan ulang tahun yang pertama, sebenarnya ia baru berusia 10 bulan. Dalam contoh ini, usia koreksi bayi prematur tersebut adalah 10 bulan. Artinya, tahap perkembangannya setara dengan tahap perkembangan bayi cukup bulan usia 10 bulan.

Memaksimalkan Perkembangan Bayi Prematur

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tingkat pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur tidak bisa langsung dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan, melainkan harus dilakukan perhitungan usia koreksi terlebih dahulu. Untuk mengoptimalkan tumbuh kembangan bayi prematur, Mama dan Papa dianjurkan untuk:

 

1. Pantau tumbuh dan kembang bayi prematur

Karena pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur tidak bisa disamakan dengan bayi yang lahir cukup bulan sehingga Mama & Papa dianjurkan untuk melakukan kontrol dan pemantauan berkala ke Dokter Anak. Dengan melakukan hal ini, setiap masalah atau gangguan tumbuh kembang bisa terdeteksi sejak dini dan penanganan bisa dilakukan secepatnya.

2. Berikan asupan nutrisi yang sesuai dengan usia bayi prematur

Berat badan bayi prematur sering kali lebih rendah jika dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan. Sehingga pemberian asupan nutrisi meliputi ASI (air susu ibu) penting dilakukan untuk mengejar ketertinggalan berat badan bayi prematur. Selalu berkonsultasi ke Dokter Anak, untuk mengetahui anjuran pemberian asupan nutrisi kepada si Kecil yang prematur.

3. Lakukan stimulasi yang cukup

Untuk mencegah ketertinggalan perkembangan, dianjurkan pula untuk melakukan stimulasi yang sesuai dengan rentang usia bayi prematur. Misalnya, membacakan si Kecil buku, menyanyikan lagu, dan mengajaknya bicara.

4. Lakukan imunisasi sesuai jadwal

Agar tumbuh dan kembang bayi prematur tidak terganggu akibat penyakit infeksi, Mama wajib membawa Si Kecil untuk mengikuti jadwal imunisasi sesuai anjuran dokter anak.

Perlu dicatat ya, Ma, setiap tanda tumbuh kembang pada bayi prematur harus disesuaikan dengan usia koreksinya. Usia koreksi didapatkan dengan mengurangi usia bayi saat ini (usia kronologis yang terhitung sejak bayi lahir) dengan seberapa awal bayi dilahirkan. Usia koreksi inilah yang menjadi tolok ukur perkembangan bayi prematur.

Untuk memantau tumbuh kembang pada bayi prematur, Mama perlu memeriksakannya secara berkala ke dokter anak. Dengan begitu, tumbuh kembangnya dapat terus terpantau, dan bila ada masalah, bisa segera ditangani.

facebook-logo twitter-logo