Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Psikologis

9 Langkah Berpikir Positif Menuju Kehamilan

Seseorang yang mampu berpikir positif adalah pribadi yang bisa dikatakan telah memenuhi salah satu kriteria kesehatan jiwa. Hal ini terutama dibutuhkan pada saat merencanakan kehamilan yang cenderung menguras emosi dan tenaga.

Ketika keinginan hamil datang, adalah hal yang wajar jika perasaan dan pikiran negatif pun kerap bermunculan. Hal ini dapat mempengaruhi sikap dan tindakan calon Ibu sehingga akan berimbas pula pada kesehatan fisiknya.

Oleh karenanya sebaiknya calon Ibu hamil harus memiliki mental positif yang kuat. Berikut ini ada 9 langkah yang bisa dicoba untuk mendapatkannya.

  1. Kuasai pikiran Ibu dengan penuh keyakinan
    Pikiran kita adalah keajaiban terbesar di alam semesta dan setiap orang memiliki harta yang menakjubkan yaitu otak dan syaraf. Arahkan dan kendalikan pikiran Ibu dengan penuh keyakinan, karena kita memiliki kekuasaan untuk mengarahkan semangat, emosi, naluri, kecenderungan, perasaan, suasana hati, sikap dan perilaku Ibu menuju hasil yang didambakan yaitu kehamilan. Ucapkan kata penyemangat pada diri sendiri: “Pikiran saya, adalah milik saya, saya akan mengendalikannya.”
     
  2. Visualisasi apa yang diinginkan
    Pikiran motivasional terdalam biasanya berupa gambar, bukan kata-kata, karena gambar adalah cara berpikir paling awal dan kuat. Belajarlah untuk memvisualiasikan hal-hal yang diinginkan. Saat lingkungan memberikan gambaran yang negatif, tanamkan visualisasi pada pikiran Ibu bahwa Ibu akan menjalani kehamilan dengan gembira dan sehat.
     
  3. Terapkan hukum utama
    Hukum terutama dalam hidup atau the golden rule adalah perlakukan orang lain seperti Ibu ingin diperlakukan. Carilah hal-hal baik pada setiap orang dan tiap situasi.
     
  4. Periksa diri, singkirkan semua pikiran negatif
    Sebagian besar kita tidak menyadari bahwa kita sedang berpikir negatif, kecuali jika kita secara sadar berusaha untuk memeriksa dan mengevaluasi diri sendiri, baik pikiran, tindakan, atau reaksi kita. Pada setiap pemikiran, selalu tanyakan pada diri sendiri “Apakah ini pemikiran negatif atau positif ya? “. Umumnya ketika kita gagal menguasai pikiran kita, reaksi kita akan cenderung negatif.
     
  5. Jadilah bahagia dan buatlah orang lain bahagia Agar bersemangat, Ibu harus bertindak dengan penuh semangat.  Tersenyumlah dan bersikaplah layaknya seorang yang berbahagia dan Ibu akan menyebarkan energi bahagia pada sekitar Ibu.
     
  6. Bentuk kebiasaan bertoleransi
    Berpikirlah terbuka terhadap orang lain, cobalah untuk menyukai dan menerima orang lain apa adanya, termasuk sang suami tercinta. Jangan menuntut atau berharap bahwa mereka bisa seperti yang kita harapkan. Cinta kasih akan menciptakan lingkungan mental dan fisik di mana pikiran positif bisa berkembang. Lakukan paling tidak satu hal baik setiap harinya.
     
  7. Berikan sugesti positif
    Sugesti adalah stimulus tertentu yang dikirimkan menuju otak kita lewat kelima indera (penglihatan, pendengaran, perasa, peraba atau penciuman), semuanya dapat mempengaruhi hidup kita setiap hari. Ambil hal-hal yang indah, pastikan apa yang masuk lewat setiap indera kita adalah sesuatu yang bermanfaat dan memberi keindahan.
     
  8. Gunakan kekuatan doa
    Apa pun agama dan keyakinan Ibu, yakinlah pada kekuatan doa. Ketika Ibu berdoa, percayalah pada apa yang Ibu minta. Percayalah bahwa dalam setiap kegelisahan, jiwa Ibu akan mendapat perlindungan dan manfaat dari sebuah doa.
     
  9. Tetapkan tujuan
    Tuliskan tujuan Ibu pada selembar kertas dan visualisasikan Ibu sedang meraih tujuan tersebut. Buatlah perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut, seperti jadwal periksa kesuburan, periksa masa ovulasi atau menu makanan sehat. Lalu yang terpenting adalah, ubahlah rencana tersebut menjadi sebuah tindakan. Lakukan sebisa Ibu, teruslah berdoa dan berusaha, semoga lekas diberikan apa yang diinginkan ya Ibu. Tetap semangat!
facebook-logo twitter-logo