Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Gaya Hidup

Pengaturan keuangan keluarga semasa #dirumahaja

Article By : Jouska Indonesia

Rencana keuangan tidak hanya terkait dengan bagaimana cara kita menginvestasikan dana dan membangun kekayaan, tetapi juga berkaitan dengan pengaturan penghasilan dan pengeluaran keuangan keluarga. Bagi keluarga muda, tentu perencanaan keuangan keluarga menjadi tantangan besar yang baru, karena bukan hanya melibatkan tujuan keuangan dari satu orang tapi juga harus memperhitungkan tujuan dan kebutuhan anggota keluarga yang lain, seperti pasangan maupun anak. Dengan adanya perencanaan keuangan yang baik maka keluarga bisa mempersiapkan masa depan dengan perencanaan yang realistis dan mengambil langkah yang efektif disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Di setiap tahap kehidupan keluarga, akan menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang baru. Penganggaran dalam kehidupan keluarga membuat transisi perubahan menjadi lebih mudah dan menciptakan keamanan finansial dalam jangka waktu panjang. Perubahan yang dimaksud disini bukan hanya perubahan di dalam keluarga seperti pada masa awal pernikahan atau saat baru memiliki anak. Namun juga perubahan dari luar, seperti kondisi krisis ekonomi, situasi pandemi, dan hal lain yang tidak jarang menimbulkan ketidakpastian karena di luar kendali kita.

Secara psikologis, ketika menghadapi ketidakpastian, manusia cenderung bertindak terlebih dahulu, berpikir logis kemudian. Terlebih ketika kita dianjurkan melakukan physical distancing seperti saat ini, setiap orang berlomba untuk tetap menjaga kesehatannya. Tidak ada yang salah dengan persiapan dan berusaha, namun ketika ketakutan yang berlebihan menyelimuti dan memacu kita untuk melakukan tindakan belanja secara berlebihan (panic buying) karena kita merasa harus mencukupi segala kebutuhan terutama di masa ini, masalah baru akan muncul. Dengan berbelanja secara berlebihan membuat barang kebutuhan utama menjadi langka dan membuat harga barang tersebut menjadi naik. Harga yang naik tersebut tentunya akan memperbesar pengeluaran bulanan kita.

Pertumbuhan ekonomi juga menjadi lambat karena kegiatan perekonomian pada saat ini tidak berjalan dengan seharusnya. Hal ini berakibat juga pada pendapatan dari perusahaan yang terus menurun. Sehingga agar perusahaan bisa terus beroperasi memerlukan efisiensi biaya yang salah satu caranya adalah dengan pengurangan tenaga kerja (PHK).

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk pengaturan keuangan keluarga saat ini ? Berikut langkah - langkahnya :

Ketahui dimana posisi kita saat ini

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah, ketahui dulu dimana posisi keuangan kita saat ini. Dengan mengetahui posisi kita tentu kita juga bisa mendapatkan gambaran apa dan bagaimana strategi kita untuk menghadapi masa sulit. Posisi keuangan yang dimaksud adalah dengan mengetahui kondisi kekayaan bersih kita, yaitu posisi aset yang dimiliki dan kewajiban utang yang ada.

Kita perlu menghitung kembali kebutuhan dana darurat yang harus kita cukupi. Idealnya dana darurat memperhitungkan 2 hal yaitu profil resiko seperti jenis pekerjaan, status, jumlah tanggungan dan faktor kedua adalah total penghasilan per tahun. Kedua faktor tersebut yang menjadi pembeda kebutuhan dana darurat seseorang dengan orang lain. Perlu juga memperhitungkan survival mode untuk kondisi krisis, yaitu berapa lama kita bisa bertahan hidup dengan dana darurat yang dimiliki. Cara perhitungannya adalah dengan membagi pengeluaran bulanan dengan aset lancar. Yang dimaksud dengan aset lancar disini adalah aset yang mudah untuk kita cairkan atau kita tarik menjadi uang tunai, yaitu seperti tabungan, deposito, dan logam mulia.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan budgeting untuk arus kas, yaitu dengan cara membagi ke dalam pos pengeluaran : kebutuhan primer, kewajiban (cicilan utang dan yang terkait dengan pihak ketiga), kebutuhan sekunder, dan pos tabungan / investasi.

Dengan membuat pos budgeting, kita bisa mengetahui pos mana yang selama ini menyumbang pengeluaran terbesar sehingga bisa kita lakukan penghematan untuk selanjutnya. Beberapa trik yang bisa kita lakukan untuk berhemat di masa sulit antara lain:

  1. Buat daftar kebutuhan khususnya kebutuhan primer dan lakukan perbandingan harga untuk masing – masing item.

  2. Manfaatkan promo, seperti promo marketplace, promo gratis ongkir, dll.

  3. Selama di rumah saja, tentu biaya transportasi tidak terpakai sebesar biasanya sehingga bisa kita alokasikan budget tersebut ke dana darurat.

  4. Negosiasikan kewajiban / cicilan / sewa yang bisa ditunda

  5. Lakukan meal plan, sehingga kita bisa belanja sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih.

  6. Cari pendapatan tambahan, bisa dengan memanfaatkan skill yang dimiliki atau bisa juga dengan cara decluttering barang yang dimiliki lalu cek lagi mana yang bisa kita jual atau kita sewakan. Yang pasti pendapatan tambahan ini, diusahakan agar tanpa modal. Karena goals utama adalah untuk menambah pundi dana darurat.

Cek proteksi kesehatan

Jika selama ini kita belum aware dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki, inilah saatnya kita perlu cek ulang untuk proteksi kesehatan yang ada. Jika sudah mendapatkan fasilitas dari kantor, bisa dicek apa saja manfaat kesehatan yang kita dapatkan dari asuransi tersebut, misalnya manfaat rawat inap, manfaat rawat jalan, beserta limit pertanggungan untuk masing-masing manfaat. Demikian juga untuk asuransi yang dibeli secara pribadi, jangan lupa untuk membayar premi asuransi untuk mencegah polis lapse atau penghentian penanggungan asuransi. Perlu dicek juga update apakah asuransi tersebut sudah termasuk manfaat penanganan penyakit khusus. Jika kita terkena PHK sehingga fasilitas kesehatan dari kantor hilang, maka segeralah beli kembali atau minimal kita tetap memiliki BPJS sebagai proteksi.

Restruktur Utang

Kewajiban pembayaran cicilan utang menjadi salah satu pos dalam arus kas yang harus kita penuhi pembayarannya setiap bulan. Hal ini terasa semakin berat untuk kondisi krisis seperti saat ini, terlebih jika kita terkena PHK dan kehilangan mata pencaharian. Pemerintah menerapkan kebijakan keringanan atau restruktur untuk utang yang dimiliki. Kita perlu cari tahu kebijakan restrukturisasi utang yang diberikan oleh bank yang memberikan kita fasilitas pinjaman. Lalu kita bisa mengajukan permohonan untuk keringanan cicilan sehingga tidak memberatkan kita dalam membayar. Jika tidak terpaksa, jangan menambah pinjaman baru. Mungkin dengan pinjaman baru kita bisa lebih leluasa karena memiliki dana yang cukup, namun di kemudian hari akan ada cicilan yang menjadi beban kita.

Atur skala prioritas

Satu mantra yang harus selalu kita terapkan pada saat membuat perencanaan keuangan adalah “kebutuhan tidak sama dengan keinginan”. Perlu adanya perhitungan ulang untuk tujuan dan atur prioritas yang ada. Terapkan skala prioritas atas segala pengeluaran yang kita lakukan. Hal yang lebih penting dan lebih mendesak tentu harus kita dahulukan. Tapi beda cerita untuk hal yang dirasa kurang penting dan kurang mendesak, bisa jadi kita tunda dulu sampai kondisi kembali normal. Skala prioritas ini tidak hanya kita terapkan pada kondisi krisis. Di kondisi ekonomi normal pun perlu selalu kita lakukan, supaya kita bisa lebih mengontrol pengeluaran dan segala tujuan keuangan yang kita cita-citakan bisa tercapai sesuai dengan yang direncanakan.

facebook-logo twitter-logo

- https://www.practicalmoneyskills.com/learn/life_events/family_life 
- https://www.ifec.org.hk/web/common/pdf/publication/en/IEC-financial-planning-booklet.pdf