Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Gaya Hidup

Checklist Finansial Menuju Persalinan

Article By : Jouska Indonesia

Kehamilan merupakan suatu momen yang sangat diidamkan oleh setiap wanita dan banyak hal yang perlu dipersiapkan dalam proses ini. Tidak terkecuali dalam hal finansial. Simak beberapa poin yang perlu Ibu siapkan selama masa kehamilan sampai dengan persalinan :

1. Masa Kehamilan

Selama proses kehamilan Ibu perlu mempersiapkan biaya yang akan dikeluarkan, seperti biaya pemeriksaan dokter, vitamin, suplemen serta susu khusus yang perlu dikonsumsi guna menambah nutrisi bagi Ibu dan janin yang dikandung. Berbeda dengan jaman orang tua kita, para Ibu masa kini biasanya punya preferensi tersendiri dalam memilih dokter kandungan selama masa kehamilan. Pemilihan dokter umumnya didasarkan pada review di internet, rekomendasi teman atau saudara, dan juga preferensi dari segi kecocokan pribadi. Karena pada masa kehamilan, hormonal Ibu akan berubah sehingga pada beberapa Ibu hamil merasa lebih nyaman jika bertemu dengan dokter kandungan yang bisa membuatnya nyaman dalam bercerita maupun bertanya mengenai kondisi kehamilan dan kesehatan janinnya.

Pada beberapa rumah sakit, ada yang menetapkan biaya yang berbeda jika kita memilih dokter yang favorit. Yang menjadi pembeda biasanya, apakah memiliki gelar spesialisasi dalam bidang khusus, pengalaman dokter tersebut, atau bisa juga menjadi favorit karena informatif dan bisa menyampaikan penjelasan terkait kondisi kesehatan pasien dengan cara yang menenangkan.

Untuk biaya pemeriksaan dokter sendiri Ibu perlu mempersiapkan dana berkisar antara Rp 400 ribu sampai dengan Rp 1 juta termasuk obat dan vitamin. Namun di trimester ketiga biasanya ada biaya tambahan sampai dengan Rp 2 juta untuk USG 4D jika diperlukan.

Karena sifatnya berkala, Ibu bisa mempersiapkan biaya pemeriksaan dokter dengan memasukkannya ke dalam cash flow bulanan. Perlu di cek juga, apakah saat ini Ibu memiliki asuransi baik asuransi kantor maupun asuransi yang dibeli pribadi. Jika iya, apakah asuransi tersebut mengcover untuk biaya pemeriksaan dokter secara full termasuk obat dan vitamin atau hanya biaya dokternya saja. Kalau memang hanya biaya dokter saja yang di cover, artinya kita perlu memasukan alokasi vitamin semasa kehamilan ke dalam pengeluaran rutin bulanan kita. Dengan adanya alokasi tersebut maka bisa menghindarkan kita dari kebocoran pengeluaran yang mungkin timbul.

2. Biaya Persalinan

Biaya persalinan yang cukup besar juga perlu Ibu persiapkan sejak awal masa kehamilan, baik proses persalinan secara normal maupun melalui operasi caesar. Tentu kita semua berharap yang terbaik untuk proses persalinan, tapi tidak ada salahnya jika kita juga bersiap untuk skenario terburuk, seperti biaya jika persalinan harus dilakukan secara operasi sesar, harus melalui tindakan induksi, adanya komplikasi, atau jika bayi harus masuk NICU. Karena untuk kasus khusus seperti itu tentu biayanya akan membengkak lebih dari yang dibayangkan sebelumnya.

Untuk RS di Jakarta biaya persalinan normal bisa berkisar Rp 7 juta sampai dengan Rp 30 juta untuk kondisi khusus seperti ada tindakan induksi atau bayi harus masuk NICU. Sedangkan untuk biaya persalinan melalui operasi caesar memerlukan biaya yang lebih besar lagi antara Rp 18 juta sampai dengan Rp 65 juta.

Yang menjadi pembeda adalah kelas kamar rawat inap yang dipilih, apakah ada kondisi atau tindakan khusus saat persalinan, dan dokter yang dipilih oleh pasien. Bagi Ibu yang tidak memiliki asuransi dari tempat bekerja, biaya persalinan harus kita persiapkan dari awal kehamilan dengan cara mengalokasikan dana ke tabungan setiap bulannya. Pemilihan tabungan sebagai instrumen investasi didasarkan pada kebutuhan dana yang se-likuid mungkin. Artinya tidak bisa kita masukan ke instrumen investasi yang terlalu beresiko dan tidak mudah untuk dicairkan dalam jangka waktu cepat.

Untuk asuransi yang dibeli secara pribadi, perlu Ibu cek ketentuannya apakah untuk persalinan ini di cover secara penuh atau tidak. Karena umumnya, perusahaan asuransi tidak mengcover biaya persalinan dan kalaupun mengcover biasanya hanya ditanggung sebagian saja. Biaya yang tidak dibayarkan oleh asuransi inilah yang tentu harus Ibu persiapkan. Jangan sampai nantinya malah menggerus tabungan dan mengambil alokasi dana darurat keluarga. Oleh karena itu, agar hal tersebut tidak terjadi, Ibu penting untuk memiliki pondasi finansial yang kuat terutama di masa yang tidak menentu seperti sekarang ini.

3. Biaya Lainnya

Biaya lainnya yang perlu dipersiapkan Ibu adalah biaya yang sifatnya sekunder, seperti pakaian hamil, perlengkapan bayi, perlengkapan menyusui, dan perlengkapan lain yang terkait. Bahkan saat ini, biaya sekunder semasa kehamilan dan persalinan semakin beragam. Dengan kemajuan sosial media, muncul tren di para Ibu milenial untuk mempublikasikan masa kehamilannya dengan maternity photoshoot. Pemotretannya pun tidak hanya dilakukan di dalam studio dan bahkan bisa sampai ke luar negeri. Karena menjadi kesempatan para Ibu untuk liburan sejenak atau yang biasa dikenal dengan istilah babymoon. Pengeluaran sekunder di persalinan pun tidak kalah beragam. Untuk proses persalinan, banyak Ibu yang mempergunakan jasa doula yaitu pendamping persalinan. Biaya untuk jasa doula sendiri berkisar Rp 4 juta – Rp 5 juta. Itu belum termasuk jika Ibu menginginkan proses persalinan dapat diabadikan dalam bentuk foto maupun video yang tarifnya bisa mencapai belasan juta rupiah.

Ibu bisa memilah lagi mana pengeluaran sekunder yang perlu dengan mempertimbangkan kondisi finansialnya. Karena pada dasarnya alokasi sekunder hanya bersifat tambahan dan tidak menjadi prioritas yang utama dalam proses menyambut buah hati.

facebook-logo twitter-logo