Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Gaya Hidup

101 Perencanaan Keuangan Bagi Pasangan Baru

Article By : Jouska Indonesia

“The handling of finances is one of the major emotional battlegrounds of any marriage. Lack of finances is seldom the issue. The root problem seems to be an unrealistic and immature view of money - David Augsburger, The Meaning of Money in Marriage “

Menikah merupakan sebuah komitmen jangka panjang, dimana tidak hanya dua orang yang bersatu, namun seluruh sejarah dan latar belakang. Oleh karena itu, untuk membuat pernikahan bertahan maka diperlukan adanya komunikasi, kerjasama dan perencanaan yang baik dalam menjalankan kehidupan setelah hari pernikahan. Uang menjadi subjek penting karena ia akan menjadi modal untuk membangun rumah tangga dan membiayai kehidupan keluarga dari hari ke hari, dan bahkan sampai masa tua.

Keterbukaan finansial seringkali terlupakan karena riuhnya persiapan pernikahan. Bagi sebagian orang, hal ini juga masih dianggap tabu untuk didiskusikan karena akan mencerminkan bagaimana kita mengatur diri sendiri. Padahal sebenarnya, komunikasi finansial ini bisa meminimalisir kerugian keuangan di masa mendatang dan melindungi diri dari risiko salah manajemen keuangan. Jika kita lebih lihat lebih jauh lagi, dengan kehadiran buah hati nantinya, peran keterbukaan finansial menjadi hal wajib karena biaya perawatan, kesehatan, dan pendidikan anak tentunya menjadi tanggung jawab orang tua. Jangan lupa bahwa selain dapat ditinggalkan harta, anak juga dapat diwarisi hutang. Oleh karena itu, ada baiknya jika anak dilibatkan sedini mungkin dalam diskusi keuangan.

Diskusi finansial keluarga umumnya dimulai dengan mengenali tujuan keuangan. Ini menjadi langkah yang terkadang paling sulit, karena sebagian orang hanya sekedar menabung tanpa tujuan yang jelas sehingga tawaran investasi yang “too good to be true” atau bodong menjadi tampak menarik. Tidak memiliki tujuan keuangan sama seperti membiarkan diri berjalan tanpa arah. Tujuan keuangan membuat kita tahu berapa sebenarnya jumlah dana yang kita perlukan dan berapa sisa waktu yang kita miliki sehingga kita dapat mengatur strategi setajam mungkin. Time frame ini akan menentukan instrumen investasi yang digunakan.

Tujuan keuangan mendasar bagi setiap orang adalah memastikan bahwa fondasi keuangan pribadi dan keluarga berdiri dengan baik. Tanpa fondasi yang kuat, maka keuangan kita akan sangat rentan terhadap ketidakpastian kondisi ekonomi eksternal ataupun internal. Meskipun mentapkan tujuan keuangan adalah hal yang paling mendasar, tetapi sebenarnya yang harus kita pastikan diawal untuk memulai perencanaan keuangan adalah ketahanan fondasi keuangan kita dengan melihat posisi kesehatan keuangan saat ini dan juga profil risiko kita.

Beberapa aspek dalam pondasi keuangan yang kuat adalah kepemilikan dana darurat, proteksi (Asuransi), dan persiapan hari tua (dana pensiun). Tiga hal ini dibutuhkan oleh semua orang semasa hidupnya. Pondasi keuangan memastikan bahwa segala risiko yang akan kita hadapi sudah memiliki penawarnya sehingga tidak harus menyebabkan goncangan besar. Dengan kata lain, jika kemungkinan terburuk harus terjadi maka keluarga masih tetap dapat melanjutkan kehidupan. Ketika pondasi keuangan kita sudah kuat, maka kita bisa beralih ke tujuan keuangan lainnya yaitu misalnya memiliki rumah, kendaraan, dana kelahiran anak, dana pendidikan anak, dana travelling, dan sebagainya.

Mengapa investasi dan waktu menjadi dua hal yang sangat tidak bisa dipisahkan? Karena investasi adalah alat bagi aset kita agar dapat melawan waktu. Dengan investasi yang tepat, harta kita dapat berkembang dan tidak tergerus oleh inflasi. Jangka waktu investasi juga menentukan seberapa besar risiko investasi yang dapat kita tanggung untuk mencapai tujuan keuangan tersebut.

Ketika tujuan keuangan rumah tangga sudah jelas, maka langkah selanjutnya adalah menentukan skala prioritas melalui perencanaan keuangan. Salah satu aspek penting dan tidak dapat dilupakan adalah memastikan cashflow rumah tangga harian, bulanan, dan tahunan sehat atau tidak overspending sehingga selalu tersedia sejumlah dana untuk ditabung dan diinvestasikan secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Artinya, cashflow yang sehat menjadi modal awal untuk tabungan dan investasi keluarga. Lakukan pencatatan pengeluaran dan pemasukan untuk mengetahui kondisi cashflow anda. Dari sini, anda dapat menentukan area finansial mana yang perlu diperkecil atau perbesar.

Masih ingat pepatah “besar pasak daripada tiang”? , pepatah ini menggambarkan kondisi cashflow yang tidak sehat, yaitu ketika pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Ketika sebuah keluarga mengalami cashflow yang tidak sehat, maka dipastikan ia tidak bisa menabung / berinvestasi karena pendapatannya senantiasa tergerus oleh pengeluaran secara. Cashflow yang tidak sehat sangat rentan dengan hutang. Di saat seperti inilah cashflow therapy wajib dilakukan. Cara paling cepat adalah memperkecil pengeluaran yang bersifat leisure / lifestyle. Dan ketika cashflow kita sangat ketat karena banyaknya hutang, maka restrukturisasi hutang menjadi harus menjadi prioritas utama.

Salah satu topik penting yang tidak kalah penting dalam keuangan rumah tangga adalah pembagian tugas, misalnya siapa yang bertugas mengawasi jumlah tabungan, siapa yang bertugas melakukan pembayaran rutin, dan seterusnya. Hal ini dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Dalam perjalanannya, perencanaan keuangan pasti banyak mengalami naik dan turun, oleh karena itu menyamakan perspektif atas uang sejak awal juga menjadi hal penting. Misalnya, apakah bonus berarti booster untuk dana liburan atau dana darurat? Apakah dana liburan bersifat wajib atau opsional? Apakah utang bisnis merupakan utang bersama? Berbicara mengenai keuangan dengan pasangan memerlukan momen yang tepat. Kita harus mampu melihat atau bahkan menciptakan situasi tersebut agar topik finansial ini tidak menjadi beban bagi salah satu pihak. Dengan membiasakan melibatkan pasangan secara rutin dalam keputusan finansial artinya kita sedang membangun rasa kepemilikan atau sense of belonging terhadap kondisi finansial keluarga.

Sesuai dengan quote di atas, inti dari sebuah manajemen keuangan keluarga yang baik adalah visi misi serta perspektif yang sama diantara pasangan mengenai komitmen jangka panjang yang akan dibangun. Uang menjadi salah satu pondasi rumah tangga yang penting dan perlu untuk dipersiapkan sebaik mungkin. Komunikasi dan keterbukaan menjadi penting agar perencanaan keuangan keluarga berjalan lancar. Dengan manajemen keuangan yang baik, rumah tangga dapat mencapai segala tujuan yang diinginkan dan menjadikan para penghuninya lebih realistis terhadap kondisi diri. Perencanaan keuangan dalam keluarga tidak berarti menjadi pelit, justru dengan adanya perencanaan keuangan yang baik kita bisa memberikan hal-hal terbaik kepada keluarga kita dengan porsi yang tepat.

facebook-logo twitter-logo