With you, in your motherhood journey

Mengatasi Kelelahan Saat Hamil

Cepat merasa lelah lazim dialami para wanita hamil. Meski sulit
dihindari, Anda dapat melakukan antisipasi agar kehamilan terus
berjalan dengan baik. Simak sejumlah tipsnya di sini dan untuk
lebih jelasnya, Anda bisa menghubungi Nutricia Careline di
0800-1821059.


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Kelelahan Selama Kehamilan dan Cara Mengatasinya

Salah satu hal yang umumnya dirasakan oleh para wanita hamil adalah kelelahan tingkat tinggi yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Anda cepat merasa letih dan lesu saat menjalani rutinitas sehari-hari. Rasa kantuk pun begitu cepat menghampiri sebelum jam makan siang dan sebelum jam makan malam.

Ini lazim terjadi di awal masa kehamilan dan selama trimester pertama. Kemudian, saat memasuki trimester ke-dua, biasanya Anda akan merasa lebih baik. Ketika tiba saatnya memasuki trimester ke-tiga, maka kelelahan itu akan kembali Anda rasakan. Dan seiring dengan semakin dekatnya akhir kehamilan, beban tubuh akan semakin berat dan kelelahan pun semakin sulit dihindari.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan timbulnya kelelahan yang perlu Anda ketahui. Simak pula cara mengatasinya agar kehamilan terus berjalan dengan baik hingga saat persalinan tiba.


Faktor-faktor penyebab kelelahan

Pada trimester pertama, kelelahan umumnya disebabkan oleh perubahan hormon yang drastis. Hormon yang mendukung proses kehamilan, yaitu progesteron, meningkat sangat pesat. Dengan meningkatnya hormon progesteron, maka Anda akan merasa cepat lesu. Anda mungkin juga mengalami gejala-gejala lain yang menyertainya, seperti mual dan muntah.

Selain hormon, kelelahan juga disebabkan oleh faktor yang bersifat fisik dan psikologis. Rutinitas di kantor maupun di rumah adalah penyebab timbulnya kelelahan fisik. Sedangkan kelelahan psikologis dipicu oleh kecemasan dan stres terhadap kehamilan yang Anda jalani.


Dampak kelelahan pada kehamilan

Kelelahan yang berlebihan tentunya akan berdampak buruk pada kehamilan Anda. Pada kelelahan fisik, aktivitas yang sangat padat dan menyita banyak energi akan berefek negatif berupa kontraksi pada rahim. Bila ini dibiarkan terus, maka risiko yang mungkin terjadi adalah kelahiran prematur atau keguguran.

Baik kelelahan fisik maupun psikologis dapat membuat nafsu makan menurun. Penurunan nafsu makan tentunya akan membuat asupan makanan menjadi berkurang. Akibatnya, nutrisi yang dibutuhkan bayi juga berkurang, sehingga mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi.


Tips mengantisipasi kelelahan

Istirahat

• Cobalah kenali tanda-tanda bahwa tubuh Anda membutuhkan istirahat. Saat tanda-tanda tersebut Anda rasakan, segeralah hentikan aktivitas yang sedang Anda lakukan dan beristirahat.
• Bila Anda berada di kantor, beristirahat juga bisa dilakukan dengan cara meninggalkan meja kerja dan berjalan-jalan santai di sekitar area kantor selama beberapa menit. Hal ini akan membuat tubuh terasa segar. Kalau Anda berada di rumah, duduklah dengan santai dan naikkan kaki ke atas bantal agar mengurangi tertahannya cairan.
• Meluangkan waktu untuk beristirahat di pagi dan siang hari, masing-masing selama 20 menit, akan memulihkan tenaga Anda.
• Tidak ada salahnya pulang lebih cepat dari kantor setidaknya seminggu sekali, atau mengambil cuti.
• Saat akhir pekan atau hari libur tiba, manfaatkanlah sebaik-baiknya untuk beristirahat di rumah. Jangan lakukan pekerjaan rumah yang tergolong berat, Anda bisa menyerahkannya pada suami atau anggota keluarga lainnya. Lakukanlah aktivitas yang menyenangkan dan membuat Anda rileks, seperti mendengarkan musik atau menonton film.
• Jika memang harus keluar rumah, kenakanlah busana dan alas kaki yang nyaman, yaitu baju yang tidak ketat dan menyerap keringat, serta sepatu yang pas di kaki dan berhak rendah.
• Tidurlah lebih cepat setiap malam dengan durasi 9-10 jam. Disarankan pula untuk meluangkan waktu untuk tidur siang, meski cuma sebentar. Ambil posisi tidur yang senyaman mungkin. Anda dapat meletakkan bantal di antara kedua kaki dan di bawah perut. Tidur dengan posisi tubuh miring ke kiri akan membantu meningkatkan aliran darah ke janin. Posisi ini juga dapat membantu kerja ginjal dalam membuang sisa makanan dan cairan dari tubuh Anda.


Asupan Makanan

• Kelelahan adalah salah satu tanda bahwa Anda kekurangan zat besi. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi seperti daging atau sayuran hijau akan memulihkan dan menjaga energi.
• Saat hamil, tubuh Anda membutuhkan tambahan kalori sekitar 300 kkal per hari. Penuhi kebutuhan ini dengan menerapkan pola makan seimbang dan bergizi yang terdiri dari makanan berprotein tinggi, karbohidrat, lemak, buah-buahan, dan sayuran. Jangan lupa untuk meminum cukup air.
• Hindari makanan yang tergolong junk food. Tidak disarankan untuk menjadikan makanan berkadar gula tinggi sebagai camilan. Minuman berkafein juga sebaiknya tidak dikonsumsi.


Olahraga

• Di masa kehamilan, aktivitas fisik berupa olahraga tetap penting dilakukan untuk meningkatkan energi. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki di pagi hari, berenang, atau mengikuti kelas senam hamil.
• Dengan rutin berolahraga, maka akan memperlancar aliran darah. Anda pun akan terhindar dari tekanan darah tinggi dan diabetes kehamilan.
• Pastikan terlebih dahulu apakah kondisi kesehatan Anda memungkinkan untuk melakukan aktivitas olahraga. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan Anda.