With you, in your motherhood journey

Kontraksi

Kontraksi adalah 'alarm' alami yang menandakan bahwa bayi Ibu akan lahir. Untuk membedakan kontraksi sebenarnya atau kontraksi palsu, tanyakan pada dokter ibu atau hubungi kami.

dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp.OG
Konsultan ObGyn
Ayah dari 2 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Penyebab Kontraksi

Di dalam tubuh Ibu ada hormon yang namanya oksitosin. Hormon ini bertugas merangsang refleks pengeluaran ASI atau Air Susu Ibu.

Tapi, selain merangsang produksi dan pengeluaran ASI, pengeluaran  hormon ini juga menyebabkan rahim berkontraksi. Otot rahim Ibu jadi meregang dan mengerut yang membuat kepala bayi terdorong ke leher rahim, dan bayi Ibu pun siap lahir ke dunia.

Apa rasanya kontraksi?

Mungkin Ibu merasakan kram dan nyeri sebelum merasakan kontraksi. Kram ini memang mirip dengan kram saat menstruasi.

Kontraksi yang sebenarnya memiliki pola yang teratur. Makin lama makin sering dan makin lama. Ini  Berbeda dengan Braxton Hicks atau kontraksi palsu yang kadang terasa dan kadang hilang tak tentu waktunya. Kontraksi palsu bisa terjadi karena Ibu kelelahan.

Kalau Ibu benar-benar merasakan kontraksi, jangan panik, atasi kontraksi dengan mengatur nafas.


Mengatasi kontraksi


Saat kontraksi datang, Ibu akan merasakan manfaat teknik pernafasan dari kelas prenatal.

Tapi saat Ibu sampai di rumah sakit dan kontraksi makin kuat, dokter biasanya akan memberikan tambahan oksigen.Pada proses kelahiran tahap 2, kontraksi dapat diatasi dengan mengejan dan mendorong bayi Ibu keluar.