With you, in your motherhood journey

Toxoplasma

Toksoplasma atau Toxoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit toxoplasma gondii. Bagaimana parasit ini menjangkiti kehamilan Anda dan apa dampaknya pada janin? Dapatkan penjelasannya dan atasi kekhawatiran Anda akan toksoplasma.


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Infeksi toksoplasma

Toksoplasma adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Walaupun infeksi ini biasanya hanya menyebabkan gejala-gejala yang ringan pada orang-orang dengan sistem kekekebalan tubuh yang baik, namun hal ini dapat membahayakan para wanita yang sedang mengandung, terutama pada janin.

Selama ini persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa kucing merupakan satu-satunya hewan yang menyebarkan penyakit toksoplasma adalah tidak benar. Parasit toksoplasma juga dapat menjangkiti dan terbawa oleh manusia dan hewan lain seperti anjing, kambing, babi, burung dan kelinci.

Untuk mengetahui bahwa Anda terkena infeksi toksoplasma atau tidak, dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Bila seseorang terserang parasit ini, antibodi Immunoglobulin M (IgM) dalam darah akan meningkat empat kali lebih tinggi dari pemeriksaan–pemeriksaan sebelumnya, yang menunjukkan bahwa infeksi sudah aktif didalam tubuh.

Jika orang yang terinfeksi parasit toksoplasma memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka parasit ini dalam kondisi tidak aktif, namun bila kondisi daya tahan tubuh melemah, infeksi ini akan menjadi aktif. Inilah mengapa seseorang yang telah dinyatakan terinfeksi toxoplasma, belum tentu menunjukkan gejala-gejala infeksi.


Kemungkinan toksoplasma menjangkiti Ibu dan janin

Akibat dari toksoplasma lebih dapat dirasakan oleh ibu hamil dari pada wanita yang sedang tidak mengandung maupun laki-laki. Bila Anda sedang mengandung dan terjangkit toksoplasma, besar kemungkinan bayi Anda mengalami cacat atau Anda mengalami keguguran.

Risiko bayi Anda tertular infeksi toksoplasma semakin meningkat seiring dengan usia kandungan. Jika Anda terinfeksi parasit toksoplasma pada usia trimester pertama kehamilan, maka resiko bayi tertular sebesar 15%, pada trimester ke dua sebesar 30%, dan 60% pada trimester ke tiga. Walaupun kemungkinan tingkat penularan pada akhir semester sangat besar, namun jika janin telah terinfeksi dari awal trimester kehamilan, infeksi akan semakin parah dan kemungkinan bisa terbawa seumur hidup.

Resiko penularan semakin rendah bila Anda terinfeksi beberapa bulan sebelum memasuki masa kehamilan. Para ahli kesehatan menyarankan, Jika Anda mengetahui bahwa infeksi sudah terdapat pada tubuh, tunggulah selama enam bulan sebelum memutuskan untuk hamil, ketika infeksi sudah ditangani.


Penyebaran infeksi toksoplasma

Hampir setengah dari penyebab infeksi toksoplasma adalah karena mengonsumsi daging mentah atau setengah matang, namun Anda juga dapat terinfeksi dari makanan yang terkontaminasi dan belum dibersihkan, minum air dengan kontaminasi parasit toksoplasma, atau menyentuh tanah, kotoran kucing, atau daging yang sudah terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut.

Parasit toksoplasma tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia, kecuali penularan dari ibu kepada janin yang sedang dikandungnya, atau dari transfusi darah dan organ tubuh yang terinfeksi parasit ini.


Apakah kucing penyebar parasit toksoplasma?

Kucing bukanlah satu-satunya penyebar toksoplasma. Tetapi, bila Anda memelihara kucing di rumah, sebaiknya lakukan tindakan pencegahan penyebaran tokso dengan teliti. Karena secara alami didalam usus kucing parasit tokso berkembang biak. Telur-telur tokso yang berjumlah jutaan akan keluar bersama tinja kucing, jumlahnya bisa mencapai 10 juta telur sehari. Jika telur tertelan oleh kita, ia akan tumbuh dan berkembang biak, lalu masuk ke jaringan otak, jantung, dan otot lalu berkembang menjadi kista.

Telur parasit tokso dapat bertahan sampai 24 jam atau lebih, namun bisa sampai berbulan-bulan terutama di tanah yang lembap. Tanah yang tercemar oleh kotoran kucing dan mengandung parasit toksoplasma, menularkan infeksi pada binatang lain, seperti tikus, atau kambing yang memakan rumput. Anak-anak yang biasa bermain di tanah pun dapat terinfeksi, bila tanah tersebut tercemar kotoran kucing yang telah terinfeksi tokso.

Tips terhindar parasit tokso untuk ibu hamil yang memiliki kucing di rumah:

1. Minta orang lain untuk membersihkan boks kotoran kucing, dan lakukan setiap hari. Langkah ini akan mengurangi risiko penularan, karena parasit tokso akan mati setelah 24 jam pada suhu udara luar. Bila Anda terpaksa melakukannya, gunakan sarung tangan sekali pakai dan masker, lalu segera cuci tangan dengan sabun antiseptik.
2. Agar kucing terhindar dari infeksi saat Anda sedang hamil, berikan hanya makanan khusus kucing yang dijual di swalayan, atau makanan yang sudah dimasak dengan matang.
3. Pastikan kucing hidup hanya didalam rumah, agar ia tidak menangkap tikus ataupun burung untuk dimangsa. Hati-hati, bahkan kucing rumahpun dapat memangsa tikus, jika ini terjadi, mandikan kucing dengan segera.
4. Jangan biarkan kucing berada di dapur atau meja makan.
5. Meskipun parasit ini tidak hidup pada bulu kucing, selalu cuci tangan sampai bersih setelah bermain dengannya, karena Anda tak akan sadar kapan tangan Anda akan menyentuh mulut, mata, dan hidung.
6. Hindari menambah kucing peliharaan baru ketika sedang hamil, dan jangan bermain dengan kucing liar atau anak kucing.


Mencegah penularan parasit tokso

Hampir semua daging, baik ayam ataupun kambing yang terkontaminasi parasit tokso akan mati bila daging itu dimasak dengan matang di atas 67 derajat Celcius.

Lalu langkah-langkah apa lagi yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan parasit tokso?

• Hindari minum susu yang tidak dipasteurisasi (unpasteurized milk) dan produk-produk yang menggunakan susu tersebut, seperti yang terdapat pada beberapa jenis keju dan yogurt.
• Bila Anda sedang mengandung, jangan pernah makan telur mentah.
• Cuci dan kupaslah buah dan sayuran sebelum dimakan.
• Cuci bersih peralatan dapur, bersihkan meja dan makanan apapun sebelum Anda mengolahnya, pastikan Anda membasuh tangan dengan air hangat dan sabun antiseptik setelah memasak daging mentah.
• Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut selama sedang menyiapkan makanan, dan ingat untuk selalu mencuci tangan sebelum makan.
• Luka terbuka dapat menyebabkan parasit masuk dengan mudah, pastikan Anda menggunakan sarung tangan sebelum menyentuh makanan jika ada luka pada tangan yang belum kering.
• Usir serangga seperti lalat dan kecoak dari makanan.
• Hindari minum air yang telah terkontaminasi. Konsumsi air minum dalam kemasan bila bepergian ke daerah dengan sanitasi yang buruk.
• Jika melakukan aktivitas berkebun, gunakan sarung tangan dan jangan menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum tangan dibersihkan.


Akibat toksoplasma

Secara kasat mata, sulit sekali mendeteksi apakah seseorang terkena parasit tokso atau tidak. Pada orang dewasa biasanya tidak disertai gangguan fisik maupun psikis. Apalagi jika kondisi tubuhnya sehat dan bugar. Beberapa gejala yang dapat terlihat merupakan gejala biasa pada penyakit yang umumnya terjadi seperti demam, sakit kepala, dan mudah lelah.

Penyakit ini sering tidak terdeteksi, sehingga kecurigaan baru muncul setelah terjadi keguguran atau bayi terlahir dalam kondisi cacat bawaan. Karena itu sangat penting melakukan pengecekan darah di laboratorium agar dapat dilakukan pengobatan secara dini terhadap masalah ini.

Pada Ibu yang sedang hamil, gejala infeksi dari tokso hanya akan terlihat seperti demam, pusing, mudah lelah, sakit kepala sebelah, atau pegal-pegal. Jika hasil lab menunjukkan anda positif terinfeksi parasit tokso maka dokter kandungan akan memberikan antibiotik, untuk mengurangi resiko penularan yang serius kepada janin.

Akibat terparah terjadi pada janin. Dampak yang umumnya terjadi adalah keguguran. Dan bila bayi terlahir maka ia akan mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti: cacat bawaan, pembengkakan hati dan limpa, penyakit kuning, hingga infeksi mata yang berat.

Bayi yang terlahir dengan infeksi parasit tokso akan ditangani dengan obat-obatan antibiotik selama satu tahun, walaupun tidak terdapat gejala-gejala infeksinya. Pemeriksaan khusus pada mata dan pendengaran bayi akan dilakukan, termasuk sonogram atau CAT scan pada kepala dan beberapa test lain yang diperlukan.