Nutricia Tidak Mentoleransi Enterobacter Sakazakii
Nutricia Indonesia selalu mengutamakan standar tertinggi untuk kualitas dan keamanan pangan bagi semua produk kami. Kami mengawasi secara ketat kualitas bahan baku, serta memastikan kondisi yang sangat higienis pada fasilitas produksi, proses produksi, penyimpanan produk jadi hingga tahap distribusi. Nutricia menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP) yang secara regular diaudit oleh lembaga internasional yang terakreditasi. Untuk memastikan kualitas produk terbaik, hanya bahan baku yang telah terseleksi yang akan diproses oleh fasilitas produksi kami, dan kami akan melakukan pengujian terhadap produk jadi sebelum distribusi.
Nutricia Indonesia menerapkan kebijakan yang sama sekali tidak mentoleransi (zero tolerance) adanya bakteri Sakazakii dalam produk kami. Kami mengikuti standar internasional dari korporat mengenai kualitas produk maupun keamanan pangan, yaitu:
• | Setiap batch produk yang diproduksi dan dikemas untuk kelompok konsumen di bawah 6 bulan, yaitu kelompok konsumen yang memiliki risiko terbesar, secara teliti diuji untuk mendeteksi potensi kontaminasi. Hanya produk-produk yang menunjukkan hasil pengujian yang negatif yang akan dilepas ke pasaran. |
| |
• | Kami menerapkan metodologi pengujian dengan standar international untuk E-Sakazakii (ISO/TS22964.2:2006-02) dengan jumlah sampel yang diambil sahih secara statistik, yaitu 300 gr untuk seluruh batch produksi. |
| |
• | Nutricia Indonesia juga telah mensosialisasikan edukasi tentang E-sakazakii di lingkungan internal perusahaan jauh sebelum masalah ini muncul di Indonesia dan telah melakukan program pendidikan secara reguler bagi para karyawan kami untuk meminimalkan kontaminasi. |
Semua produk Nutricia di Indonesia telah dinyatakan bebas dari E-Sakazakii oleh pemerintah Indonesia. Kesimpulan ini berdasarkan sampling yang telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada bulan Februari tahun 2008 hingga bulan Februari 2011 terhadap sejumlah produk susu formula bayi yang beredar di pasar termasuk produk Nutricia. Daftar lengkap produk yang di-sample oleh BPOM dapat diketahui pada link website BPOM.
Kami memastikan bahwa semua produk Nutricia, termasuk Nutrilon Royal, Nutrilon, Nutrilon Soya, Nutrima dan Bebelac, aman untuk dikonsumsi. Kami menghimbau kepada para konsumen untuk secara seksama melakukan persiapan dan penyimpanan sesuai dengan anjuran yang tercantum pada kemasan susu.
Berikut kami sampaikan kembali petunjuk mempersiapkan susu formula:
• | Buat atau siapkan susu formula sesuai dengan petunjuk pemakaian yang ada di kemasan. |
• | Pastikan persiapan susu formula dilakukan secara higienis dengan cara mensterilkan tangan, botol susu dan perlengkapan lainnya. |
• | Jangan pernah menyimpan susu formula lebih dari 2 (dua) jam setelah persiapan. |
• | Simpan susu formula yang sudah jadi di dalam container yang tertutup. |
• | Jangan mempergunakan susu formula yang sudah dibuka kemasannya lebih dari 2 (dua) minggu. |
• | Jangan mengkonsumsi produk yang telah memasuki masa kadaluarsa. |
Sebagai bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan konsumen terbaik, konsumen dapat menghubungi Nutricia Careline di 0800 1821059 (bebas pulsa) apabila ada pertanyaan lebih lanjut.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu memberikan informasi dan edukasi kepada konsumen di Indonesia. Kami berkomitmen untuk selalu dapat memberikan produk dengan kualitas dan keamanan pangan dengan standar tertinggi kepada konsumen Indonesia.
11 February, 2011
PT Nutricia Indonesia
Marc deRouw, President Director