With you, in your motherhood journey

Jarak Kehamilan yang Baik

Berapa Lama Jarak Kehamilan yang Baik?

Saat berencana menambah keturunan, jarak antara kehamilan pertama dengan kehamilan berikutnya adalah hal yang perlu diperhatikan. Konsultan ObGyn, dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp.OG mengulasnya dari segi kesehatan dan psikologi.


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Berapa Lama Jarak Kehamilan yang Baik?  


Idealnya, jarak kehamilan pertama dengan kehamilan berikutnya adalah 18 hingga 60 bulan. Dengan memberikan jarak yang cukup pada kehamilan berikutnya, Anda dapat menjaga kesehatan Anda dan bayi, psikologi keluarga menjadi lebih sehat, dan kondisi perekonomian rumah tangga dapat terkontrol dengan baik. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika Anda ingin hamil lagi setelah melahirkan:

  • Kesehatan Fisik

Secara fisik, alat-alat reproduksi Anda belum kembali normal, sehingga proses penyembuhan secara keseluruhan belum sempurna. Apalagi jika dalam kehamilan Anda mengalami gangguan kesehatan seperti diabetes gestasional, pre-eklampsia, atau anemia, sehingga butuh waktu lebih lama untuk memulihkan diri agar kondisi Anda kembali seperti semula.


Bagi Anda yang melakukan persalinan dengan bedah caesar, sebaiknya tunda kehamilan berikut setelah 24 – 60 bulan. Karena wanita yang melahirkan dengan tindakan caesar butuh waktu lebih banyak untuk menunggu hingga kondisi benar-benar pulih, apalagi bila ada cacat di uterus atau terdapat bekas tindakan operasi pada rahim.


  • Kesehatan Mental

Biasanya, depresi pasca kelahiran terjadi pada enam minggu pertama setelah melahirkan. Tapi juga bisa muncul kapan saja sampai bayi Anda mencapai usia balita. Anda akan rentan mengalami depresi bila ada anggota keluarga Anda yang mempunyai riwayat depresi.


Pengaruh depresi pasca kelahiran pada tiap orang berbeda-beda. Tapi ada beberapa gejala yang perlu Anda waspadai, antara lain:

- Mengalami serangan panik atau kecemasan.

- Terus-menerus khawatir dengan kesehatan atau keamanan Anda, bahkan khawatir dengan orang-orang terdekat.

- Merasa bahwa Anda adalah ibu yang tidak baik.

- Terus-menerus mengalami perasaan hancur.

- Sering merasa ingin menangis tanpa alasan yang jelas.

- Ingin tidur tapi tidak pernah merasa tenang, atau malah mengalami kesulitan tidur yang akut.

- Merasa seperti harus berpura-pura berani di depan orang lain.

- Tidak mampu membicarakan tentang kelahiran atau terus-menerus membicarakannya karena Anda tidak dapat mengontrol emosi.


  • Hubungan Antara Anak Pertama dengan Berikutnya

Memiliki anak yang usianya lebih tua beberapa tahun dari anak ke-dua atau berikutnya berarti dapat mengurangi beban emosi dan fisik Anda, karena dengan usianya, anak sudah sedikit bisa mengurus dirinya sendiri dan tidak terlalu iri pada adiknya. Selain keuntungan tersebut, tentu saja ada beberapa tantangan yang harus Anda hadapi saat memiliki anak dengan jarak yang cukup jauh. Anak-anak yang umurnya cukup berjarak, punya kebutuhan berbeda-beda yang sulit dipenuhi di waktu yang bersamaan. Jadi Anda perlu mengatur waktu lebih baik dan bekerja sama dengan suami atau anggota keluarga yang lain.

  • Periksakan kesehatan Anda ke dokter agar bisa dipantau bila ada masalah yang bisa mengganggu kehamilan Anda berikutnya.

  • Konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh mengenai keadaan gigi. Jika perlu penambalan, pembersihan, maupun pencabutan gigi, lakukan segera sebelum hamil karena hal ini tak mungkin dilakukan ketika Anda hamil.

  • Bila terdapat kista, polip, tumor jinak, atau penyakit pada rahim, pastikan Anda menangani masalah-masalah tersebut sebelum hamil lagi.

  • Bila ada masalah serius dengan kehamilan sebelumnya, seperti keguguran, kelahiran prematur, hingga masalah kesehatan sewaktu hamil, konsultasikan penanganan yang diperlukan untuk mencegah hal tersebut terulang di kehamilan berikutnya.

  • Lakukan beberapa tes sebelum hamil, seperti hemoglobin, Rh, urin, tes kulit, hepatitis, TORCH dan lainnya. Bila tes-tes itu menunjukkan ada masalah, lakukan perawatan sebelum memutuskan untuk hamil lagi.

  • Lakukan pemeriksaan genetik jika ada riwayat kelainan genetika pada keluarga atau anak pertama Anda. Caranya, periksa darah Anda dan suami, lalu konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan atauobgyn.

  • Perhatikan asupan gizi yang harus Anda penuhi. Dengan menjaga berat badan ideal, Anda dapat terhindar dari masalah kesehatan akibat berat badan yang kurang atau berlebih.

  • Hentikan konsumsi minuman beralkohol dan rokok. Penelitian menunjukkan, alkohol dan nikotin sangat berbahaya untuk kehamilan.

  • Bila Anda hendak minum obat-obatan tertentu, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelumnya dan jangan minum obat melebihi dosis.