With you, in your motherhood journey

Perkembangan balita saya

 

Perhatikan perkembangan balita Ibu di tiap bulannya dan mulai mencatat dalam jurnal balita Ibu. Bila perkembangannya membuat Ibu bertanya-tanya, Ibu dapat berkonsultasi  pada Tim Ahli kami.

Dr. Rini
Konsultan Tumbuh Kembang
Ibu dari 3 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Apa yang sedang terjadi saat ini?


Selain mengembangkan indera pengecap dan kemampuan menikmati makanan dengan tekstur baru, balita Ibu juga sedang mengembangkan apa yang bisa mereka lakukan. Misalnya cara bereksplorasi, cara mereka berbicara dan cara mereka belajar.


Sejak ulang tahunnya yang pertama, ia mulai bisa mengenali sebuah benda meski benda itu tak lagi ada di hadapannya.. Ia juga mulai mengenali benda yang tidak kongkret.


Pada akhir tahap sensor motorik ini, keterampilan berbahasa balita mulai tampak. Ia bisa melakukan komunikasi. Dengan mengajaknya bercakap dan mengeksplorasi keterampilan bahasanya, balita Ibu semakin terampil menerima, menyimpan dan mengolah informasi yang diterimanya. Keterampilan ini merupakan aspek penting dalam berlogika


Mulai umur dua tahun, perkembangan keterampilan motorik mendorong daya nalarnya berkembang lebih pesat lagi. Rasa ingin tahu akan dunia sekelilingnya meningkat. Dan, ia berusaha keras memenuhinya. Rangsang apa yang bisa Ibu berikan?


Di usia balita, biasanya mulai usia tiga tahun, balita Ibu tengah asyik-asyiknya menyalurkan energinya. Jadi, orang tua dapat memberi kegiatan yang sesuai agar ia dapat menyalurkan energinya dengan tepat, dan dapat mengembangkan keterampilannya.



Makanan Sehat


Balita Ibu masih akan terus tumbuh dan membutuhkan gizi yang lebih dari orang dewasa untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal.Balita membutuhkan lemak lebih banyak dan serat lebih sedikit dibanding orang dewasa.


Untuk mendapatkan gizi seimbang dan energi yang sesuai, balita membutuhkan makanan bergizi seimbang dalam jumlah kecil 3 kali sehari ditambah makanan selingan yang teratur di antara waktu makan. Ibu bisa mempelajari lebih banyak tentang menu seimbang untuk balita di bagian pemberian makanan tambahan.


Beraksi


Dari merangkak, menjelajah di antara perabot rumah, balita Ibu kini mulai bisa berjalan, berlari, bahkan melompat. Ini benar-benar menakjubkan.


Di usia hampir 2 tahun, Ibu bisa memastikan lagi apakah balita Ibu kidal atau tidak. Artinya, apakah mereka lebih memilih menggunakan sisi dominan mereka untuk mencoret-coret, menendang bola, atau makan. Di usia ini, balita Ibu juga sudah bisa belajar menyikat gigi sendiri, tentunya didampingi Ibu.


Ketika keterampilan koordinasi balita Ibu meningkat, dia akan makin aktif, memanjat, melompat dan berlarian yang akan memperkuat otot-ototnya. Karena itu, Ibu perlu memberi balita Ibu makanan sehat dengan gizi seimbang.



Bereksplorasi


Pada usia 12 bulan hingga18 bulan, kosakata balita masih sangat terbatas. Dia tidak selalu bisa mengungkapkan emosinya atau memberitahukan apa yang dia mau. Jadi, siap-siap saja kalau balita Ibu ngambek dan mengamuk.


Ibu juga akan melihat bahwa balita Ibu menjadi lebih sadar diri - dengan sering sekali bilang "Aku" atau "ku". Bersabarlah ketika dia mulai belajar memahami konsep berbagi dimana sering terjadi perebutan mainan dan teriakan “punyaku”. Dan jangan cemas bila balita Ibu tampak lebih menyukai temannya sendiri daripada bermain dalam kelompok besar. Karena ini sangat normal.


Berkata-kata


Sebenarnya, bicara atau berkomunikasi sudah dimulai sejak masa bayi. Normalnya, bayi akan menangis dan bergerak. Nah, Ibu biasanya belajar bereaksi terhadap tangisan dan gerakannya, sehingga terjadilah interaksi. Melalui pengalaman berinteraksi inilah, bayi akan belajar bahwa sikap Ibu akan terpengaruh oleh tangisannya. Interaksi serupa akan terjadi, jika ia mengeluarkan suara. Jadi, aktivitas tersebut memang berpengaruh dalam perkembangan bicara dan bahasa balita.


Selanjutnya Ibu akan segera melihat kemajuan ketrampilan berkomunikasi balita Ibu yang pesat ketika kata-kata berangsur-angsur berkembang menjadi frasa dan permintaan.


Jangan khawatir jika mereka  tidak menggunakan banyak kata karena pada tahap ini belum bisa menghasilkan kalimat utuh, mereka baru menggunakan kata-kata tunggal untuk menjelaskan apa yang mereka mau, misalnya ‘mikcu’ untuk ‘ minum susu’ dan ‘neka/obil’ untuk ‘ bonekaku/mobil-mobilanku’.


Akhirnya, mereka mulai menggabungkan dua kata, misalnya ‘main aku’ bila mereka menginginkan Ibu  bermain dengannya, dan merekal mulai mendengarkan ucapan Ibu dengan penuh perhatian.


Pada tahap ini, balita Ibu kemungkinan besar ingin bersama temannya ikut menyanyi. Jadi, boleh juga bila Ibu mengingat kembali sajak atau lagu anak favorit Ibu  waktu masih kecil.



Perkembangan balita Ibu dari waktu ke waktu mulai menumbuhkan  kepribadiannya. Ini terlihat dari kesadaran yang semakin tinggi tentang apa yang sedang terjadi dan keinginan untuk  mulai memegang kendali.


Ibu bisa mendorong hal ini dengan membiarkannya membuat keputusan. Biarkan balita Ibu  memilih pakaian mana yang ingin dia kenakan atau permainan apa yang ingin dimainkan. Dorong balita Ibu menggunakan ketrampilan koordinasi mereka , misalnya berjalan dengan berbagai cara - menyamping, maju, mundur - selain berlari dan melompat.


Karena balita banyak belajar dan meniru apa yang didengar dan dilihatnya, maka berhati-hatilah dengan ekspresi wajah dan bahasa yang Ibu ucapkan.