With you, in your motherhood journey

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi

Bila bayi terserang batuk dan pilek, apa yang harus Anda lakukan? Apakah perlu segera membawanya ke dokter, atau merawatnya di rumah? Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan jika bayi terserang batuk dan pilek.



Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Bila bayi terserang batuk dan pilek, apa yang harus Anda lakukan? Apakah perlu segera membawanya ke dokter, atau merawatnya di rumah? Konsultan medis anak Dr. Rismala Dewi Sp.A(K) memberikan info dan tipsnya.

 

     Batuk-pilek merupakan penyakit yang lazim terjadi pada bayi dan anak, rata-rata bayi normal dapat terkena batuk pilek 2-3 bulan sekali. Secara garis besar batuk pilek pada bayi dapat disebabkan infeksi dan alergi. Batuk pilek karena infeksi bisa disertai gejala demam, hidung meler atau tersumbat (kerap disertai dengan ingus), batuk, bersin, nyeri otot, sakit kepala, dan mata berair. Biasanya penyebaran infeksi bisa melalui bersin, batuk, dan kontak tangan. Batuk-pilek bisa saja terjadi pada bayi yang baru lahir, biasanya berlangsung antara 2–3 hari dengan penyebab tersering adalah virus, tetapi bila terjadi lebih dari 1 minggu, ada kemungkinan terjadi infeksi bakteri lanjutan atau disebabkan alergi.

     Perlu diingat, terdapat perbedaan antara pilek (selesma) dan flu (atau influenza). Keduanya adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang sama-sama disebabkan virus. Namun, jenis virus yang menjadi penyebabnya berbeda. Pilek disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus, sedangkan influenza disebabkan oleh virus Influenza. Itulah sebabnya, tersedia vaksin untuk flu, namun tidak ada vaksin untuk pilek. Perbedaan lainnya, gejala pilek umumnya lebih ringan dibanding gejala flu dan berkembang secara perlahan.

 

     Sebenarnya batuk-pilek merupakan mekanisme tubuh untuk melawan kuman penyakit dan mengamankan saluran napas. Oleh karena itu, sebaiknya Anda jangan langsung buru-buru memberi obat-obatan atau membawanya ke dokter. Lagipula, obat-obatan sifatnya hanya meringankan gejala, tidak menyembuhkannya. Selain itu, obat-obatan memiliki efek samping yang mungkin bisa berdampak buruk pada bayi, terutama yang usianya di bawah dua tahun, karena organ tubuhnya belum sepenuhnya berkembang.

 

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan bila bayi terserang batuk-pilek:

 

1.   Tetap berikan ASI. Kandungan dalam ASI akan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Selain itu, gerakan bayi saat mengisap payudara akan menutup saluran eustachius yang menghubungkan hidung dengan telinga. Kondisi ini akan memperkecil risiko terjadinya infeksi telinga oleh bakteri yang ada di hidung dan tenggorokan.

 

2.   Jemurlah bayi di pagi hari. Sinar matahari pagi sangat baik karena dapat membantu membasmi bakteri, virus, dan jamur.

 

3.   Untuk meredakan hidungnya yang tersumbat, keluarkan cairan hidungnya dengan penguapan dan menepuk-nepuk punggung bayi dalam posisi telungkup di paha Anda. Anda juga dapat menyedot cairan dari hidungnya dengan bantuan alat penyedot. Sebelum penyedotan, Anda sebaiknya meneteskan obat tetes air garam (saline) ke lubang hidungnya. Saat ia tidur, posisikan kepalanya sedikit lebih tinggi dari tempat tidur dengan meletakkan bantal atau gulungan selimut di bawah kepala.

 

4.   Berikan obat penurun panas bila suhu tubuhnya mencapai 38,5°C terutama pada bayi yang mempunyai risiko kejang.

 

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila si Kecil mengidap batuk-pilek selama lebih dari 7 hari atau menunjukkan gejala sebagai berikut:

- Tidak mau minum cairan dan sering muntah

- Tidak bisa menelan

- Sakit perut

- Sakit kepala parah

- Pucat dan sangat mengantuk

- Terus menerus batuk

- Mengalami demam tinggi meski telah diberi obat penurun panas

- Mengeluhkan sakit telinga karena ada kemungkinan ia terserang infeksi telinga

- Sangat rewel atau sering menangis

- Mengalami ruam kulit

- Kesulitan bernapas atau bernapas sangat cepat

 

Masalah-masalah kesehatan pada bayi dan cara mengatasinya dapat Anda lihat di artikel ini