With you, in your motherhood journey

Pup bayi dan perbedaannya

Selain mempelajari arti tangisan si kecil, Ibu juga perlu mengenali pup bayi Ibu. Berikut beberapa tips tentang hal-hal yang harus diantisipasi dan tanda peringatan yang harus diwaspadai. Konsultasikan pada tim ahli kami bila Ibu membutuhkan bantuan.

Dr. Rini
Konsultan Tumbuh Kembang
Ibu dari 3 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

 

Pup bayi Ibu yang berubah

 

Pup bayi Ibu akan mengalami banyak perubahan selama beberapa bulan pertama, terutama saat Ibu mulai mengenalkan makanan padat. Namun perubahan yang paling terlihat adalah saat beberapa minggu pertama hidupnya.

 

Beberapa hari pertama

 

Sekitar 24 jam setelah lahir, si kecil akan pup atau buang air besar . Warnanya hitam kehijau-hijauan. Ini adalah mekonium atau kotoran pertamanya. Kelarnya mekonium menIbukan usus besar bayi sudah berfungsi normal.


Sesungguhnya, mekonium itu adalah cairan ketuban yang tertelan bayi saat masih dalam kandungan dan berada di ususnya sejak 3 bulan sebelum ia dilahirkan. 

 

Dan selepas mekonium, warna pup bayi Ibu akan berubah. Biasanya tergantung dengan apa yang ia konsumsi melalui ASI. Dengan kata lain, apa yang Ibu makan atau minum.

 

Bayi yang diberi ASI

 

Mekonium akan makin cepat terdesak keluar dari perut bayi jika ia disusui. Ini karena ASI yang pertama kali keluar selepas melahirkan, merangsang beroperasinya sistem pencernaan. Setelah itu, kotoran si kecil akan berubah secara bertahap.

 

Begitu si kecil minum ASI secara teratur, kotorannya akan berwarna kuning cerah, baunya agak sedikit asam, dan bentuknya mirip butiran beras. Wajar bila dalam minggu-minggu pertama, bayi sering pup, terutama setelah kenyang menyusu. Umumnya, bayi yang baru lahir dapat pup 2-3 kali sehari bahkan lebih.  Namun bila diberikan ASI, bayi Ibu bisa tidak pup hingga 2-3 hari sekali.


Namun bukan berarti bila ia pup minimal 10 kali sehari berarti diare. Itu juga bisa karena ASI Ibu mudah dicerna sehingga sangat mudah dikeluarkan. Bila Ibu memberikan ASI, jangan khawatir pada jadwal pup bayi Ibu. Namun bila Ibu masih belum tenang, hubungi dokter Ibu.

 

Perubahan pada pup bayi Ibu

 

Perubahan pada pup bayi seperti tekstur dan bau yang berubah, perlu Ibu perhatikan. Diare, sembelit atau pup yang mengandung darah , tentu merupakan masalah bila bayi Ibu mengalaminya terus menerus.

 

Sebaiknya Ibu periksakan ke dokter.


• Berbagai bakteri perut, obat, tumbuh gigi atau peka terhadap makanan dapat menyebabkan diare dan harus sembuh tanpa pengobatan dalam 24 jam. Jika tidak, bicarakan dengan bidan atau dokter Ibu.


• Sembelit dapat disebabkan oleh sejumlah hal termasuk perubahan makanan, dehidrasi atau penyakit ringan seperti flu. Ikuti tip kami untuk menyembuhkan sembelit bayi Ibu.


• Sedikit darah terkadang bisa muncul di pup bayi Ibu jika dia baru mengalami sembelit dan mengejan terlalu keras. Namun, selalu lebih baik bila memeriksakannya ke bidan atau dokter Ibu untuk berjaga-jaga.