With you, in your motherhood journey

Bayi Prematur

Wajar bila Ibu sedih dan khawatir ketika bayi Ibu lahir prematur. Kami punya beberapa tips praktis tentang cara menjalin ikatan batin dengan bayi prematur dan cara memerah ASI untuknya. Dan ibu juga bisa berkonsultasi dengan tim ahli kami.

Dr. Dewi Sp.A
Konsultan Medis Anak
Ibu dari 4 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Menjalin Ikatan Batin dengan Bayi Prematur Ibu di Rumah Sakit


Jika bayi Ibu lahir prematur, kemungkinan besar dia harus dimasukkan dalam inkubator. Hal ini menyebabkan ia harus tinggal di rumah sakit sampai cukup kuat dan siap untuk dibawa pulang.

 

Walaupun Ibu tidak bisa membelainya seperti yang Ibu inginkan, bayi Ibu bisa tetap mengenali bau dan suara Ibu. Jadi seringlah duduk dan bicara di dekatnya agar ikatan batin Ibu berdua makin kuat. 

 

Belaian atau pijatan lembut Ibu adalah cara istimewa yang menenangkan untuk menyalurkan rasa sayang dan perhatian Ibu.

 

Siapkan diri Ibu dan suami agar lebih siap saat mengunjungi bayi Ibu. Luapkan perasaan sayang dan jangan sedih, karena bayi Ibu mungkin bisa merasakannya.

 

Memerah ASI untuk Bayi Prematur Ibu


Jika bayi Ibu masih berada di unit perawatan, Ibu mungkin harus memerah ASI untuk bisa menyusuinya. Tetaplah tenang agar produksi ASI Ibu stabil dan Ibu tetap bisa memberinya ASI. Jika Ibu perlu ketenangan, cobalah beberapa tips berikut:

 

  • Berendamlah dalam air hangat agar Ibu lebih tenang dan payudara Ibu tidak sakit.

  • Pijat perlahan payudara Ibu dan perah dengan tangan. Lakukan cara perah yang berbeda-beda agar tidak menimbulkan sakit.

  • Seringlah menjenguk dan membelai si kecil agar semangat Ibu untuk memberinya ASI tetap tinggi.

 

 

 

 

 

Perkembangan Bayi Prematur Ibu

 

Tidak ada tabel perkembangan ‘rata-rata’ untuk bayi prematur. Tapi, bayi prematur tidak selalu menghadapi masalah perkembangan dalam waktu lama. Ingatlah bahwa bayi normal pun mencapai perkembangan pesatnya pada waktu yang berlainan.


Jadi tenanglah dulu. Hal yang paling penting adalah terus semangat dan bersyukur atas setiap langkah dan perkembangan bayi Ibu.  

 

Apa Bayi saya Berikutnya Bisa Prematur Juga?

 

Sekitar 9 dari 10 wanita yang bayi pertamanya dilahirkan prematur melahirkan anak keduanya dengan persalinan normal. Jadi, redam kecemasan Ibu akan hal ini. Persiapkan diri akan lebih baik daripada mencemaskannya.


Bayi prematur pada umumnya perlu diletakkan di inkubator yang mempunyai kontrol suhu, sehingga bayi tetap berada pada suhu yang sesuai seperti saat bayi berada dalam kandungan. Hal ini dilakukan, karena bayi prematur seringkali belum mempunyai kontrol suhu yang baik, sehingga mudah kedinginan.

 

Selain itu, dengan ditaruh di inkubator, maka bayi dapat dievaluasi fungsi nafasnya (dengan melihat gerakan dada/perut), juga untuk melihat warna kulit bayi. Itu sebabnya bayi sering diletakkan tanpa pakaian ( karena jika tertutup pakaian akan menyulitkan pengawasan).

 

Biasanya, saat berat badan bayi sudah mencapai 2000 – 2250 gram, ia sudah bisa dipulangkan. Tentu saja, sebelumnya setelah dicoba dengan meletakkan bayi di luar inkubator dan dinilai apakah bayi dapat beradaptasi dengan suhu kamar atau tidak. Setelah di rumah, yang paling penting adalah pemberian ASI untuk bayi sehingga berat badan bayi secepatnya bisa mencapai berat bayi yang seharusnya ( sekitar 2500 – 3000 gram).

 

Bagaimana Bayi Bisa Dikategorikan Prematur?

 

Jika bayi Ibu lahir sebelum kehamilan berusia 37 minggu, dengan berat badan kurang dari 2 kilogram maka bayi Ibu dianggap prematur, atau preterm.


Bayi prematur pada umumnya perlu diletakkan di inkubator untuk mengontrol suhu agar bayi tetap berada pada suhu yang sesuai seperti saat  berada dalam kandungan.

 

Selain itu, dengan ditaruh di inkubator, maka bayi dapat dievaluasi fungsi nafasnya (dengan melihat gerakan dada/perut), juga untuk melihat warna kulit bayi.  Itu sebabnya bayi sering diletakkan tanpa pakaian.

 

Biasanya, saat berat badan bayi sudah mencapai 2000 – 2250 gram, ia sudah bisa dibawa pulang. Tentu setelah dicoba keluar dari inkubator dan dinilai apakah mampu beradaptasi dengan suhu kamar.

 

Setelah di rumah, yang paling penting diperhatiakan adalah nutrisi  dan  pemberian ASI yang cukup. Ini berguna agar berat badan bayi secepatnya bisa mencapai berat  yang seharusnya ( sekitar 2500 – 3000 gram).