With you, in your motherhood journey

Anak Jatuh dari Tempat Tidur

Biasanya terjadi pada bayi-bayi yang sudah bisa tengkurap dan semakin aktif. Ibu jangan khawatir, berikut tips bagaimana cara awal menangani bayi yang jatuh dari tempat tidur.



Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

 

Jatuh dari tempat tidur ibu, biasanya terjadi pada bayi-bayi yang sudah mulai bisa tengkurap dan semakin aktif bergerak. Jatuh dari tempat tidur dapat terjadi baik ketika bayi sedang tidur maupun saat bermain. Biasanya, jarak jatuhnya sekitar 50 cm dari lantai. Namun, umumnya karena tulang kepala bayi masih lentur sehingga cukup elastis dan tidak mengakibatkan benturan yang keras pada otaknya

 

Atasi dengan:

 

1. Menjaga diri Anda untuk tidak panik, kemudian dengan tenang melihat bagaimana posisi bayi Anda saat terjatuh
2.Mengusap-usap punggungnya untuk mengatasi rasa terkejut. Ini dilakukan bila kepalanya tidak terbentur lantai. Mengamati kondisi bayi selama beberapa waktu, sampai dia benar-benar tenang kembali dan berhenti menangis.
3. Angkat bayi segera, peluk bayi dengan hangat. Segera periksa dan cek adalah bagian tubuh yang terluka atau mengalami pembengkakan,
4. Mengawasi adanya tanda-tanda gegar otak, misalnya langsung tidak sadarkan diri (pingsan), dalam 24 jam si kecil muntah-muntah terus, terlihat mengantuk terus (sulit dibangunkan dari tidurnya), gerakan kedua bola mata tidak simetris, gerakan kedua tangan dan kaki menjadi tidak sama aktif, atau menjadi sangat rewel. Ini dilakukan bila kepalanya terbentur
lantai. Bila ada gejala gegar otak, segera bawa ke dokter
5. Bila orangtua khawatir, segera periksakan kondisi anak ke dokter

 


Cegah dengan

 

1. Meletakkan bayi di tempat tidur Anda dengan diberi pengganjal pada sisi yang terbuka (bukan sisi yang dekat tembok). Misalnya, dengan menggunakan guling atau bantal
2. Meletakkan bayi kembali di tempat tidurnya, bila hendak Anda tinggal sehingga meminimalkan kemungkinan berguling dan terjatuh
3. Alas tidur / kasur letakkan di lantai, sehingga akan mengurangi risiko anak terjatuh

 

dr. Rini S