Tim Ahli Nutriclub
Artikel Lainnya

Pre-eklampsia

Perkembangan Otak si Kecil Ketahanan Tubuh si Kecil Pertumbuhan Fisik si Kecil
Page 1 / 2

Pre-eklampsia

Pre-eklampsia
Perkembangan Otak si KecilKetahanan Tubuh si KecilPertumbuhan Fisik si Kecil

Pre-eklampsia adalah kondisi di mana ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah yang tinggi dan kelebihan kadar protein dalam urin.

Kasus pre-eklampsia bisa dicegah bila Ibu melakukan pemeriksaan teratur. Pre-eklampsia hanya bisa terjadi selama kehamilan atau pasca-persalinan.

Bila pre-eklamsia terjadi di trimester akhir kehamilan, dokter akan mengambil tindakan untuk segera mengeluarkan janin. Tapi bila pre-eklampsia terjadi di trimester awal kehamilan, maka dokter akan berusaha memperpanjang kehamilan sampai janin dianggap telah cukup kuat untuk lahir.

Gejala Pre-eklampsia
Berikut adalah gelaja-gejala pre-eklampsia, antara lain:
- Tekanan darah naik (hipertensi) dan kadar protein dalam urin berlebihan (proteinuria), setelah kehamilan mencapai 20 minggu.
- Mengalami masalah pengelihatan, termasuk kebutaan sementara, pandangan buram dan lebih sensitif pada cahaya.
- Nyeri di perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk sebelah kanan.
- Muntah
- Pusing.
- Volume urin berkurang.
- Berat badan naik cepat, biasanya di atas 2 kg per minggu. 
- Terjadi pembengkakan (edema) pada wajah dan tangan.

Faktor Risiko Pre-eklampsia
- Ibu hamil yang berusia di bawah 20 atau lebih dari 35 tahun.
- Obesitas, indeks massa tubuh 35+. 
- Ibu hamil yang sebelumnya memiliki kondisi medis yang dapat memicu pre-eklampsia, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, lupus, penyakit ginjal dan migren.
- Ibu yang tengah mengandung anak pertama.
- Kehamilan anak kembar.
- Jarak antar kehamilan terlalu jauh, lebih dari 10 tahun.
- Memiliki riwayat keluarga mengalami pre-eklampsia. Misalnya, jika Ibu, orangtua, atau saudara perempuan Ibu pernah mengalami pre-eklampsia sebelumnya.