Tim Ahli Nutriclub
Artikel Lainnya

Pemeriksaan Selama Kehamilan

Perkembangan Otak si Kecil Ketahanan Tubuh si Kecil Pertumbuhan Fisik si Kecil
Page 1 / 2

Pemeriksaan Selama Kehamilan

Pemeriksaan Selama Kehamilan
Perkembangan Otak si KecilKetahanan Tubuh si KecilPertumbuhan Fisik si Kecil

Pemeriksaan selama kehamilan, selain untuk memastikan janin berkembang sehat dan normal, juga untuk mengetahui kelainan yang mungkin terjadi.

Semakin awal kelainan terdeteksi, semakin mudah mengatasinya. Berikut adalah beberapa pemeriksaan di masa kehamilan yang umum dilakukan:

Tes Amniosintesis

Amniosintesis adalah tes untuk mengetahui gangguan genetik pada bayi dengan memeriksa cairan ketuban atau cairan amnion. Cairan yang mengandung sel dan bahan tertentu ini mencerminkan kesehatan bayi, diambilnya dengan cara menusukkan jarum ke arah kantung ketuban melalui perut Ibu. Tes ini biasanya dilakukan antara minggu 15 dan 20 kehamilan tapi bisa juga di usia kehamilan yang lebih tua.

Tes ini diutamakan untuk  ibu hamil yang berisiko tinggi, yaitu :

- Ibu yang mempunyai riwayat keluarga dengan gangguan genetik.

- Ibu yang hamil di atas 35 tahun.

- Ibu yang memiliki hasil tes yang abnormal terhadap down syndrome pada trimester pertama kehamilan.

- Ibu dengan kelainan pada pemeriksaan USG.

- Ibu dengan sensitisasi Rh.


Melalui tes ini, kita akan mengetahui bila ada kelainan janin , kelainan bawaan, jenis kelamin bayi, tingkat kematangan paru janin dan mengetahui ada tidaknya infeksi cairan amnion (korioamnionitis).

Chorionic Villus Sampling (CVS)

Hampir sama dengan Amniosintesis, Chorionic Villus Sampling (CVS) adalah tes yang dilakukan pada awal kehamilan untuk melihat masalah pada perkembangan janin dari Ibu yang memiliki riwayat masalah genetik. Apalagi bila Ibu berusia 35 tahun atau lebih saat hamil.

Tapi proses pemeriksaan ini dilakukan pada awal kehamilan dengan mengambil jaringan pada plasenta dari dalam rahim melalui pembedahan serviks selama setengah jam.

Sebelum melakukan tes ini, konsultasikan pada dokter bersama suami. Karena sekecil apapun, risiko keguguran bisa terjadi. Cari informasi sebanyak mungkin dan siapkan mental Ibu untuk menjalaninya.

Bila sudah siap, cobalah rileks beberapa hari sebelum pemeriksaan.

Tes toleransi gula darah/ Glucose tolerance tests

Tes ini berguna untuk mengetahui apakah Ibu mengalamidiabetesatau tidak. Ibu hamil juga memiliki kemungkinan mengalami Diabetes Melitus atau pada ibu hamil disebut Diabetes Gestasional.

Ibu yang berusia di atas 35 tahun, ibu hamil yang kegemukan dan pernah mengalami tekanan gula darah tinggi pada kehamilan sebelumnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini.

Kalau dinyantakan postif diabetes, Ibu wajib menjalani diet diabetes dan minum anti-diabetis oral. Kalau kadar gula darah terlalu tinggi, mungkin Ibu perlu dirawat untuk diberikan suntikan insulin.

Bila pada pemeriksaan berat badan bayi besar sekali, maka perlu dilakukan induksi pada kehamilan minggu ke 36 sampai 38 agar tidak terjadi komplikasi saat persalinan .

Setelah bayi lahir, umumnya kadar gula darah akan kembali normal. Tapi bila tidak, perlu dilanjutkan pemberian antidiabetes oral sampai jangka waktu tertentu.