Tim Ahli Nutriclub
Artikel Lainnya

Bulan Ke-0 Sampai Ke-6

Perkembangan Otak si Kecil Ketahanan Tubuh si Kecil Pertumbuhan Fisik si Kecil
Page 1 / 1

Bulan Ke-0 Sampai Ke-6

Bulan Ke-0 Sampai Ke-6
Perkembangan Otak si KecilKetahanan Tubuh si KecilPertumbuhan Fisik si Kecil

Perkembangan Bayi

Hari-hari pertama Ibu bersama si Kecil memang akan dipenuhi dengan kesibukan memberi susu, mengganti popok, menidurkannya, dan merespon setiap suara dan gerakannya. Tenang saja, dalam beberapa minggu ke depan, si Kecil akan bisa menyadari suara, wajah, dan sentuhan Ibu.

Memasuki bulan ketiga, si Kecil sudah berubah menjadi manusia mungil yang responsif terhadap berbagai aktivitas di sekitarnya, dan sangat menikmati waktu bermain bersama Ibu dan orang-orang terdekat. Gerakan tubuh si Kecil sudah semakin aktif, jadi tetaplah berhati-hati ketika bermain dengannya.

Sampai di bulan kelima, si Kecil sudah bisa sepenuhnya berinteraksi dengan orang sekitar dan lingkungan. Dia bahkan sudah bisa "mengobrol" dan merespon gerakan Ibu. Gerakannya pun sudah semakin bervariasi dan sudah bisa berpindah tempat dengan cara berguling, dan belajar untuk duduk. Si Kecil sekarang sudah mampu melihat dan mendengar sebaik Ibu.

Di enam bulan pertamanya ini, si Kecil umumnya sudah mampu:

  • Merespon senyum Ibu dengan senyuman
  • Mengenali Ibu dari pojok kamar
  • Tertawa riang
  • Mengikuti objek bergerak di sekitarnya
  • Mengangkat tegak kepalanya
  • Meraih benda di sekitarnya
  • Duduk dengan bantuan Ibu
  • Berguling
  • Menggunakan kedua tangan untuk mengangkat dadanya saat telungkup
  • Melonjakkan kedua kakinya saat Ibu memegangnya

Dan tidak menutup kemungkinan, di periode ini pun si Kecil mampu untuk:

  • Protes ketika Ibu mengambil mainannya
  • Berusaha meraih benda yang menarik di matanya
  • Memberikan benda yang ada di genggamannya ke orang lain
  • Merangkak
  • Menggunakan jarinya untuk mengambil benda kecil

Peran Ibu

  • Nikmati masa-masa berkenalan dengan si Kecil dengan bermain, mengajak ngobrol, dan mempelajari tanda-tandanya saat lapar atau mengantuk.
  • Saat si Kecil sedang bangun, sering-seringlah menelungkupkan si Kecil untuk menguatkan otot-ototnya, dan biasakan untuk mengajarinya meraih barang di sekitarnya. Jadikan ini sebagai bagian dari rutinitasnya, agar dia bisa belajar menggerakkan tubuhnya dan memperkuat ototnya.
  • Pastikan si Kecil sering berjemur dan menikmati udara segar di taman atau halaman depan rumah.
  • Dekati si Kecil dan lakukan kontak mata setiap kali Ibu berinteraksi dengannya.
  • Berikan respon pada gerakannya agar si Kecil merasa aman dan diperhatikan.
  • Ibu bisa membangunkan si Kecil untuk menyusui sebelum Ibu pergi tidur. Biasanya, ini cukup untuk mengenyangkan si Kecil sampai 6-8 jam.
  • Di usia ini, memori bayi sangatlah pendek, sehingga bayi Ibu lebih mudah beradaptasi dengan perubahan. Mulailah mengurangi kebiasaan yang akan merepotkan Ibu nanti, seperti terlalu sering menggunakan dot, atau posisi tidur bayi. Membangun rutinitas bayi yang positif akan memudahkan Ibu di kemudian hari.
  • Terus ajak si Kecil berbicara dan berikan respon setiap kali dia berceloteh untuk mendukungnya berkomunikasi.
  • Beritahu si Kecil nama benda-benda dan orang yang dia temui di sekitarnya, agar si Kecil sudah bisa belajar mengenali orang dan benda sekitarnya.

Yang perlu diperhatikan

 Bicarakan dengan dokter apabila si Kecil:

  • Tidak mampu mengisap susu dengan baik
  • Tidak terlihat fokus dengan kedua matanya, atau tidak memperhatikan benda bergerak di sekitar
  • Tidak bereaksi terhadap lampu yang terang
  • Tidak mampu menopang kepalanya dengan baik
  • Tidak bisa memegang erat benda di sekitarnya
  • Tidak tersenyum
  • Mengacuhkan wajah-wajah yang baru ditemui
  • Terlihat sangat kaku atau pasif
  • Tidak bisa duduk sendiri
  • Tidak merespon pada suara atau senyuman
  • Tidak perhatian terhadap orang-orang yang sering berinteraksi dengannya
  • Tidak mencoba meraih barang-barang di sekitar