pertumbuhan balita seputar balita

Pertumbuhan Balita

Dampingi tumbuh kembang si Kecil dengan beragam informasi dengan pilih kalender pertumbuhan balita berdasarkan :

PERKEMBANGAN TAHUN KE
1

Kalsium bagi Perkembangan Tulang dan Tinggi Badan Anak

Makanan Anak Usia 16 Bulan

Makanan Anak Usia 2 Tahun Page 1 / 0

Keywords : Nutrisi

Asupan makanan diperlukan bagi kebutuhan energi untuk masa kanak-kanak sehari-hari, mempertahankan fungsi organ tubuh, penyembuhan saat sakit, dan yang paling penting, sebagai energi untuk tumbuh dan berkembang. (dr. Titis Prawitasari, SpA(K))

Kebutuhan asupan makanan si Kecil akan senantiasa berubah sesuai dengan usianya. Kali ini, kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Ibu tentang menu makanan bagi anak usia 2 tahun.

Kebutuhan Gizi Si Kecil

Di usia 2 tahun, kebutuhan energi si Kecil adalah 100 kalori per kilogram berat badannya. Selain itu, si Kecil juga membutuhkan 1,5gr protein per kilogram berat badannya, 8mg zat besi per hari, 17µg seng per hari, 350mg kalsium per hari, dan 1-1,5 liter cairan per hari. Kebutuhan zat gizi ini dapat dipenuhi dengan memberikan beberapa makanan berikut:

- 3 gelas susu (450-500 kalori energi, 8-15gr protein, dan 450-550mg kalsium)

- 12 sendok makan nasi (300 kalori energi, 6gr protein)

- 1 butir telur, diolah menjadi omelet dengan margarin (100 kalori energi, 6gr protein)

- 1 potong dada ayam ukuran sedang (100 kalori energi, 10gr protein)

- 1 buah jeruk/1 potong pepaya ukuran sedang/mangga ukuran sedang (50 kalori energi, 50-90mg vitamin C)

- ½ mangkuk sayur (20 kalori energi)

- 170gr daging sapi (8mg zat besi)

- 100gr kacang tanah (7mg seng)

Pada usia ini, si Kecil sudah bisa memakan sebagian besar makanan yang tersedia untuk keluarga. Keterampilan makan si Kecil sudah berkembang lebih baik, sehingga kemungkinan batuk atau tersedak ketika makan sudah jarang terjadi. Selain itu, ia sudah semakin pintar menggunakan peralatan makannya sendiri tanpa tumpah. Namun, si Kecil mungkin menolak jenis makanan tertentu, dan nafsu makannya bisa berubah-ubah dari waktu ke waktu. Jika hari ini makannya banyak, besok mungkin makannya bisa lebih sedikit. Ibu bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan yang bervariasi, dari jenis, tekstur, dan cita rasa. Jika si Kecil tidak mau menghabiskan makanannya, coba gugah selera makannya dengan menyajikan makanan dalam porsi kecil, lalu dihias menjadi bentuk-bentuk lucu. Ajak si Kecil makan bersama keluarga, sehingga ia merasakan kasih sayang dari orangtua dan anggota keluarga lainnya.

Did you know?

”Kebutuhan nutrisi si Kecil dapat dipenuhi dengan Nutrilon Royal Pronutra+ yang diformulasikan untuk membantu memenuhi asupan tepat bagi anak berusia 1-3 tahun. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Jika Si Kecil Mengemut Makanannya

Makan adalah proses belajar bagi si Kecil. Oleh karena itu, berilah ia makanan dengan tekstur yang berubah secara bertahap sejak ia masih bayi. Mulai dari makanan yang ditumbuk, disaring, kemudian dicincang. Tahapan-tahapan ini bertujuan agar si Kecil belajar mengunyah makanannya, hingga pada akhirnya ia siap untuk menerima makanan keluarga. Biasanya, si Kecil lebih tertarik pada makanan yang tampak menarik daripada yang bercampur aduk. Oleh karena itu, Ibu bisa menyajikan nasi, sayuran, dan lauk-pauk secara terpisah untuk si Kecil.

Berikut ini contoh beberapa variasi makanan yang dapat Ibu berikan untuk si Kecil:

1. Telur puyuh

Telur puyuh merupakan sumber protein yang baik. Dalam 100gr telur puyuh, terdapat 13,05gr protein. Kandungan ini lebih tinggi dari telur ayam atau telur bebek. Selain itu, salah satu keunggulan protein telur dibandingkan dengan protein hewani lainnya adalah daya cernanya yang sangat tinggi. Artinya, setiap gram protein yang masuk akan dicerna oleh tubuh si Kecil secara sempurna.

2. Kepiting

Daging kepiting kaya akan protein. Tidak hanya itu, daging kepiting juga merupakan sumber karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B1.

3. Bayam merah

Bayam merah memiliki kandungan zat besi yang tinggi, sehingga dapat membantu mencegah anemia pada si Kecil. Bayam merah juga kaya akan vitamin A, yang baik untuk kekebalan tubuh dan kesehatan mata.

4. Jambu biji

Jambu biji mengandung banyak vitamin C, kalium, dan zat besi. Sebagian vitamin C yang terkandung dalam jambu biji berada pada bagian kulit dan daging luarnya yang lunak dan tebal. Selain itu, jambu biji juga merupakan sumber serat dan karoten.

5. Nanas

Nanas merupakan buah yang bergizi tinggi, karena mengandung vitamin C, mangan, kalium, karoten, dan xantofil. Nanas juga mengandung enzim bromelin, yang baik untuk pencernaan dan dapat mengurangi risiko terjadinya peradangan. Untuk mengurangi rasa gatal di mulut, Ibu bisa mencuci nanas memakai air garam.

6. Selada air

Selada air banyak mengandung serat, antioksidan, vitamin C, vitamin E, beta karoten (pro vitamin A), zat besi (Fe), dan seng (Zn). Selada air cocok diolah untuk menjadi tumisan, sup, atau lalap. Bisa juga disajikan mentah sebagai campuran salad atau isian sandwich.

Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan adanya penerapan aturan makan (feeding rules) untuk si Kecil. Rekomendasi ini terdiri dari 3 bagian, yaitu jadwal makan, lingkungan, dan prosedur pemberian makan. Untuk jadwal makan, Ibu sebaiknya menentukan jadwal makan yang teratur untuk si Kecil setiap hari. Misalnya, 3 kali makan makanan utama dan 2 kali makan makanan kecil, 2-3 kali pemberian susu, dan waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit. Tetapi, jika si Kecil belum menghabiskan makanannya sesuai waktu yang Ibu jadwalkan, jangan memaksanya untuk segera menghabiskan. Ibu hanya perlu tetap mengikuti jadwal saat sudah saatnya lagi untuk memberi makan si Kecil.

Untuk faktor lingkungan, Ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang menyenangkan bagi si Kecil saat makan. Ketika memberi makan, usahakan di dalam lingkungan di sekitarnya tidak terdapat paksaan dan beragam distraksi (mainan, televisi, perangkat elektronik). Selain itu, jangan memberikan makanan sebagai hadiah untuk si Kecil.

Prosedur pemberian makanan juga harus Ibu perhatikan, seperti dengan mengajak si Kecil untuk makan sendiri. Jika ia menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan muka, menangis), tawarkan kembali makanan secara netral tanpa memaksa dan membujuk. Bila setelah 10-15 menit si Kecil tetap tidak mau makan, Ibu bisa mengakhiri proses makannya.

Sumber:

- Mohamad, Imelda., Mencetak Anak Sehat, Cerdas, & Ceria; 2015. 1; 65-66.

- Partiwi, I Gusti Ayu Nyoman., Sehat Lezat Olah Saji; 2013. 1;92, 136, 140.

- Prawitasari, Titis., Priantono, Dimas., Asuhan Nutrisi Anak dalam Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1; 2014.1: 117.

Sjarif, Rusli Damayanti., Yuliarti, Klara., Lestari, Endang Dewi., et al., Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi, Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.1;38-40.

Dapatkan Expert Content Berisi Aneka Resep, Tools, dan Artikel yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Ibu dan si Kecil

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP
tim ahli nutriclub facebook twitter