pertumbuhan balita seputar balita

Pertumbuhan Balita

Dampingi tumbuh kembang si Kecil dengan beragam informasi dengan pilih kalender pertumbuhan balita berdasarkan :

PERKEMBANGAN TAHUN KE
1

Makanan Anak Usia 16 Bulan

Makanan Anak Usia 15 Bulan Page 1 / 0

Keywords : Nutrisi

Penelitian terkini menunjukkan bahwa pemberian nutrisi yang tepat pada 1.000 hari pertama kehidupan, dimulai sejak konsepsi hingga 2 tahun pertama, akan menentukan kualitas hidup jangka panjang dan jangka pendek si Kecil. (dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA)

Apakah Ibu telah memberikan asupan nutrisi yang sesuai dengan tahap pertumbuhan si Kecil yang sudah mencapai 15 bulan? Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Ibu mengenai makanan balita usia 15 bulan.

Perkembangan dan Pola Makan si Kecil

Saat ini, si Kecil mulai berjalan dan bergerak dengan aktif. Kemampuan fisik, intelektual, dan sosialnya berkembang dengan sangat cepat. Ketergantungannya pada orang lain akan berkurang seiring dengan bertambahnya keterampilan yang ia miliki, termasuk keterampilan makan sendiri. Dalam proses pengembangan kemandirian ini, banyak anak yang mengalami penurunan selera makan. Penyebabnya antara lain karena mereka menganggap makan sebagai hal yang mengganggu kegiatan utama mereka, yakni bermain. Namun, Ibu tidak perlu khawatir. Ibu bisa menyiasatinya dengan memberi menu makanan yang bervariasi untuk si Kecil dan menyajikannya dalam porsi-porsi kecil. Ibu juga bisa menghias makanan tersebut menjadi bentuk-bentuk wajah lucu untuk menggugah selera makan si Kecil.

Di usia 12-18 bulan, pertumbuhan si Kecil mulai melambat dibandingkan dengan satu tahun pertama kehidupannya. Ketika si Kecil berusia 15 bulan, ia mungkin sudah bisa makan sendiri dengan sendok dan memakan makanan yang disajikan untuk sekeluarga.

Did you know?

”Pemberian air susu ibu (ASI) pada anak usia 1-2 tahun hanya mencukupi sebesar 40% dari kebutuhan energi hariannya, dan mencukupi sebesar 55% dari kebutuhan protein hariannya. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Makanan Bergizi Seimbang

Di usia 15 bulan, menu makanan si Kecil tetap harus mengandung gizi yang seimbang untuk mendukung aktivitas dan tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, Ibu sebaiknya memerhatikan asupan zat gizi si Kecil dengan rincian sebagai berikut:

- Makanan sumber karbohidrat sebagai sumber energi diberikan 3-4 kali sehari. Si Kecil membutuhkan 90-100 kalori per kilogram berat badannya. Kebutuhan kalori ini bergantung pada keaktifan si Kecil.

- Makanan sumber protein diberikan sebanyak 14,5gr sehari. Sekitar 6gr dari jumlah tersebut harus merupakan protein yang bermutu tinggi. Makanan yang kurang lebih mengandung 6gr protein antara lain adalah 1 butir telur, 25gr daging tanpa lemak, dan 100gr kacang hijau. Makanan sumber protein hewani diberikan satu kali sehari, sedangkan makanan sumber protein nabati diberikan dua kali sehari.

- Buah-buahan dan sayuran diberikan 3-4 kali sehari. Ibu bisa memberi si Kecil potongan buah yang lembut, misalnya pepaya, pisang, dan melon. Ibu juga bisa memberi sayuran rebus, misalnya wortel, kembang kol, brokoli, dan buncis.

- Susu dan produk olahannya merupakan sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Setiap harinya, si Kecil membutuhkan 350 miligram kalsium. Jika si Kecil tidak suka susu, pastikan bahan makanan yang mengandung kalsium ada di dalam menunya.

- Zat besi (Fe) merupakan mikronutrien yang penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Maka dari itu, kekurangan zat besi bisa mengakibatkan anemia. Ibu bisa memperkaya asupan zat besi si Kecil dengan makanan seperti hati, daging merah, kuning telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

- Seng (Zn) berguna untuk pertumbuhan, penyembuhan luka, pembentukan protein, dan peningkatan kekebalan tubuh si Kecil. Ibu bisa memperkaya asupan seng si Kecil dengan makanan seperti daging, kerang, ikan, serealia, dan kacang-kacangan.

Berikut ini beberapa contoh makanan beserta kandungan nutrisi dan manfaatnya untuk si Kecil:

1. Ikan

Ikan mengandung protein yang tinggi. Tidak hanya itu, ikan juga mengandung vitamin D, asam lemak omega-3, DHA, dan EPA. Beberapa nutrisi ini bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan otak serta peningkatan kemampuan berpikir si Kecil. Beberapa jenis ikan yang bisa Ibu pilih adalah ikan salmon, ikan tuna, dan ikan kembung.

2. Kerang

Kerang mengandung protein yang baik bagi semua kelompok usia. Hal ini dikarenakan kerang mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan tubuh. Kerang juga kaya akan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K) serta vitamin larut air (B1, B2, B6, B12, dan niasin). Selain itu, kerang merupakan sumber utama mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti iodium (I), besi (Fe) dan seng (Zn). Keunggulan lain dari kerang adalah kadar lemak total dan lemak jenuhnya rendah, sedangkan kadar asam lemak tak jenuhnya (omega-3) cukup tinggi.

3. Brokoli

Brokoli mengandung asam folat, vitamin C, dan serat makanan dalam jumlah banyak. Selain itu, brokoli juga mengandung beberapa senyawa antikanker.

4. Kembang kol

Kembang kol merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral. Kandungannya antara lain adalah vitamin C, tiamin, asam folat, riboflavin, niasin, kalsium, besi, magnesium, fosfor, dan seng. Kembang kol juga merupakan sumber serat makanan yang baik.

5. Pisang

Pisang kaya akan karbohidrat dan mengandung cukup banyak vitamin A. Pisang juga mengandung mineral yang berguna bagi tubuh si Kecil. Kandungan mineral yang paling menonjol di dalam pisang adalah kalium.

6. Pepaya

Pepaya mengandung banyak beta karoten, vitamin C, folat, kalium, dan serat. Pepaya juga mengandung enzim papain yang membantu mengurai protein dan mengurangi produksi lendir, termasuk lendir yang menyumbat hidung saat si Kecil pilek.

7. Susu dan produk olahannya

Susu dan produk olahannya, seperti keju dan yogurt, mengandung kalsium dan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Di dalam yogurt, terkandung vitamin A, B, D, dan E.

Masalah Makan

Di usia ini, tidak jarang si Kecil mulai mengalami masalah makan. Misalnya, menolak jenis makanan tertentu, hanya mau makan makanan tertentu, menolak mengunyah makanan, tidak mau makan, atau makan hanya sedikit. Untuk menghadapinya, Ibu harus menerapkan aturan makan pada si Kecil. Berikan jadwal makan yang teratur agar si Kecil mengenal rasa lapar dan kenyang. Batasi waktu makan si Kecil agar tidak lebih dari 30 menit, tetapi jangan paksa si Kecil untuk menghabiskan makanannya. Jika di satu titik si Kecil merasa lapar, maka giliran Ibu untuk menerapkan aturan bahwa makan di luar jadwal tidak diperbolehkan. Sehingga, akhirnya si Kecil akan menyesuaikan diri dengan pola makan yang benar, dan mandiri menentukan jumlah makanannya. Selain itu, jangan memberi makan si Kecil sambil jalan-jalan, menonton TV, dan bermain, karena hal ini akan membuat si Kecil tidak fokus kepada makanannya. Jadikan momen makan sebagai saat yang menyenangkan, dengan tidak memaksa atau memarahi si Kecil.

Sumber:

- Partiwi, I Gusti Ayu Nyoman., Sehat Lezat Olah Saji; 2013. 1;75, 106.

- Mohamad, Imelda., Mencetak Anak Sehat, Cerdas, & Ceria; 2015. 1;42-43.

- Sjarif, Rusli Damayanti., Yuliarti, Klara., Lestari, Endang Dewi., et al., Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi, Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.1;38-40.

Priantono, Dimas., Prawitasari, Titis., Asuhan Nutrisi Anak dalam Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1; 2014.1: 119.

Dapatkan Expert Content Berisi Aneka Resep, Tools, dan Artikel yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Ibu dan si Kecil

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP
tim ahli nutriclub facebook twitter