With you, in your motherhood journey

Bagaimana melatih bayi makan

Bayi lahir dengan kemampuan menghisap dan menelan.
Namun ketika tiba saatnya untuk makan makanan padat,
dia harus belajar keterampilan baru. Tanyakan pada tim
ahli untuk saran profesional.

Ibu Prita SKM, MSc.,
Konsultan Nutrisi
Ibu dari 3 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   


Belajar makan


Saat Ibu mulai melihat tanda-tanda bahwa bayi siap untuk makan, Ibu bisa mulai melatih bayi Ibu untuk mencoba memperkenalkan makanan pendamping ASI.


Ketika bayi mulai diberikan makanan tambahan pertama kali, dia tidak tahu cara makan.Keterampilan yang dimilikinya barulah menghisap. 

 

Jadi makan merupakanadalah keterampilan yang harus dia pelajari. Termasuk bagian ini adalah tahudidalamnya belajar cara menggerakkan mulut untuk menerima makanan dari sendok, . namun Belajar makan juga memperkuat otot mulut bayi.

 

Otot tersebut  dan dibutuhkannya untuk menerima suapan makanan yang lebih besar nantinya, dan juga untuk berbicara.


Alternatif: Ketrampilan yang dimilikinya barulah menghisap.

 


Kenalkan tekstur secara bertahap - dari yang halus...


Belajar makan tampak seperti tugas yang sulit, namun sebenarnya lebih tentang mengenalkan berbagai tekstur secara bertahap. Pertama, bayi perlu membiasakan diri terhadap sensasi makanan padat dalam mulut. Belajar menggerakkan makanan dengan lidahnya dari depan ke belakang kemudian menelannya. Itulah sebabnya makanan yang halus/lumat adalah yang terbaik untuk bayi yang mulai diberi makanan tambahan.


...ke tekstur sedikit lebih padat...


Sekali bayi Ibu mampu mengatasi makanan halus atau lumat, langkah berikutnya adalah mulai belajar mengunyah. Untuk tahap ini, dia butuh makanan dengan tekstur lebih padat. Agar makanan siap ditelan, bayi perlu sedikit menggerakkan rahangnya ke atas dan ke bawah.


...ke potongan dan gumpalan ...


Saat bayi Ibu mulai tertarik pada makanan yang lebih padat, inilah tandanya untuk berpindah ke langkah pemberian makanan tambahan berikutnya, yakni belajar mengunyah potongan-potongan kecil makanan.


...ke bentuk dan tekstur untuk balita


Balita Ibu butuh kesenangan dan variasi agar tetap tertarik untuk makan. Meski ia siap mengunyah bentuk dan tekstur makanan yang lebih beragam, Ibu harus memastikan bahwa menu si kecil penuh dengan nutrisi seimbang yang tepat untuknya.


Sereal untuk balita akan membantu dia tetap terhibur dan mendorongnya untuk makan sendiri. Biarkan bayi Ibu makan sendiri agar ia lebih mandiri, dan mengarahkannya selangkah lebih dekat dengan makan bersama keluarga.


Perlahan perkenalkan berbagai rasa baru


Belajar makan juga berarti mengenalkan berbagai rasa baru pada bayi. Di awal pemberian makanan tambahan, bayi harus dibiasakan dengan rasa selain rasa susu. Umumnya bayi dilahirkan dengan rasa suka pada makanan manis. Jadi, secara alami rasa manis lebih disukainya dan lebih mudah diterima oleh si kecil. Coba beragam sayuran (seperti wortel, lobak, kentang, labu, kacang polong dan ubi) serta buah-buahan (seperti pir, apel, aprikot, pisang dan mangga).


Kenalkan semuanya sebagai satu rasa untuk mengawali, sebelum pindah ke kombinasi makanan yang lebih seimbang. Penting bagi bayi belajar mengenali semua rasa. Jadi, bersabarlah dan terus mencoba mengenalkan banyak variasi makanan yang bercitarasa pada si kecil.