With you, in your motherhood journey

Pentingnya menu seimbang

Penting sekali memberi bayi asupan makanan yang benar
padatahap yang benar, agar si kecil tumbuh sehat dan
mengembangkan kebiasaan yang hidup sehat di masa
yang akan datang.

Ibu Prita SKM, MSc.,
Konsultan Nutrisi
Ibu dari 3 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Bayi membutuhkan menu yang beragam


Kebutuhan nutrisi bayi berubah saat dia tumbuh, maka makanannya juga harus disesuaikan dengan perubahan nutrisi untuk menunjang pertumbuhan yang sehat. Perut bayi Ibu sangat kecil maka pastikan setiap suap yang dimakannya haruslah padat dengan segala manfaat dan energi yang dibutuhkannya.


Menu seimbang untuk bayi tentu sangat berbeda dengan menu seimbang untuk orang dewasa. Jika menu orang dewasa ideal dengan rendah lemak dan berserat tinggi, sedang bayi membutuhkan menu yang berlemak yang sehat dan tak jenuh relatif lebih tinggi dan berserat rendah. Walau serat itu baik, serat dapat mengenyangkan perut dan jika terlalu banyak akan menyebabkan bayi terlalu kenyang untuk makan makanan lain yang mengandung energi dan nutrisi yang dibutuhkannya pada tahap ini.


Variasi adalah segalanya


Bagi bayi maupun orang dewasa, variasi makanan sangat mempengaruhi nafsu makan. Jadi selain menjamin agar makanan bayi sudah lengkap dengan makanan utama dan makanan penutup, juga penting memberi beragam variasi makanan dalam menunya - daging merah, ayam/unggas, ikan, macam-macam buah dan sayuran, susu, sereal, nasi, pasta dan kentang.


Makanan dengan jenis berbeda, walau masih dalam kelompok yang sama, mengandung nutrisi yang berbeda pula. Sehingga memberi beragam variasi makanan sangat penting untuk memberi bayi menu seimbang. Hal ini juga penting agar pertumbuhan dan perkembangannya optimal.


Menu seimbang sangat penting terutama pada tahun pertama saat preferensi bayi pada makanan sedang dibentuk. Pada tahun kedua preferensi ini akan cenderung sama sampai dia berumur delapan tahun.


 
Kelompok makanan dan manfaatnya


Jadi, jenis makanan yang mana dalam suatu kelompok makanan dan berapa kali harus diberikan pada bayi? Petunjuk di bawah ini bisa membantu Ibu:


Karbohidrat – Yang termasuk kelompok ini adalah produk roti, sereal (termasuk mie dan beras) serta kentang. Kelompok ini memberikan energi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang. Berikan seporsi karbohidrat di setiap makan dan saat makan makanan selingan.


Buah-buahan dan sayuran – Yang termasuk kelompok ini adalah buah-buahan dan sayuran. Baik yang segar, dibekukan, dalam kaleng dan yang dikeringkan. Idealnya Ibu memberikan minimal lima porsi setiap hari dengan variasi warna berbeda. Buah dan sayuran dengan warna berbeda mengandung semua ragam vitamin dan mineral yang penting.


Susu dan produk olahan susu – Yang termasuk kelompok ini adalah susu, keju, dan yoghurt yang kaya akan protein, kalsium, beberapa vitamin dan mineral. Bayi Ibu memerlukan kelompok makanan ini minimal tiga kali saji sehari, diminum maupun dimakan.


Protein – Yang termasuk kelompok ini adalah daging, ikan, telur, kacang-kacangan seperti buncis, dan kacang polong. Sebaiknya diberikan sekali atau dua kali sehari bagi yang makan daging atau dua atau tiga kali bagi vegetarian. Kelompok makanan ini kaya akan protein, zat besi dan omega 3 yang sangat penting bagi bayi.


Lemak dan Minyak – Kelompok ini sebaiknya diberikan untuk melengkapi, bukan menggantikan makanan dari kelompok lain. Yang termasuk kelompok ini adalah sumber lemak yang berupa minyak seperti minyak zaitun, minyak sayur, minyak kedelai, mentega serta margarin. Lemak dan minyak memberikan energi, asam lemak omega 3 dan 6, dan vitamin A, E dan D. Kelebihan lemak dan minyak bisa menyebabkan obesitas, jadi gunakan dengan bijaksana.


Susu penting bagi bayi


Susu tetap penting untuk bayi saat pemberian makanan tambahan. Hal ini karena susu adalah cara yang tercepat dan termudah agar dia mendapat semua zat gizi yang dibutuhkannya. Terutama pada tahap awal pemberian makanan tambahan. Sedikit makanan padat yang benar-benar dimakan bayi tidak bisa memberikan semua yang dia butuhkan, susu adalah sumber utama vitamin, mineral, lemak dan zat gizi dan mengisi kira-kira setengah dari yang masuk ke perut bayi. Susu juga membuatnya tetap puas dan senang!


Sedikit dan sering


Perut bayi sekitar sepuluh kali lebih kecil dari perut orang dewasa, jadi penting agar makanan yang masuk penuh dengan segala manfaat dan zat gizi yang tepat.


Ini alasan mengapa dia perlu makan dengan porsi kecil namun sering dan teratur sepanjang hari, daripada porsi besar namun jarang.


Hati-hati dengan garam!


Ibu harus berhati-hati dengan jumlah garam dalam makanan yang Ibu berikan pada bayi. Jangan menambahkan garam pada makanan bayi, karena membuat ginjalnya yang masih kecil dan baru berkembang harus bekerja keras. Bayi hanya boleh mengonsumsi garam tidak lebih dari 1/6 asupan garam maksimum yang diperbolehkan untuk orang dewasa dalam sehari, yakni kurang dari 1 gram per hari.